Home / Sains

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:12 WIB

Rahasia di Balik Nama “Burung Hantu”: Benarkah Karena Mistis atau Fakta Sains?

koransakti - Penulis

Burung Hantu

Burung Hantu

koransakti.co.id- Pernahkah Anda merinding mendengar suara “hoooo” yang memecah keheningan malam? Suara khas ini seringkali membuat orang mengaitkan burung hantu dengan kehadiran makhluk halus. Di Indonesia, penamaan burung ini memang sangat unik dan lekat dengan nuansa horor. Namun, apakah penamaan tersebut hanya berdasarkan mitos belaka?

Ternyata, ada alasan ilmiah yang sangat masuk akal mengapa predator malam ini menyandang gelar “hantu”. Mari kita bedah karakteristik unik yang membuat burung ini tampak seperti “setan” di dunia unggas.

1. Tatapan Mata Statis yang Mengintimidasi

Berbeda dengan makhluk hidup pada umumnya, burung hantu tidak memiliki bola mata yang bisa bergerak melirik ke kiri atau ke kanan. Mata besar mereka berbentuk seperti tabung yang terkunci rapat di dalam rongga tengkorak.

Kondisi anatomi ini memaksa mereka untuk selalu menatap lurus ke depan dengan tajam. Tatapan yang terus membelalak tanpa berkedip inilah yang memberikan kesan superior sekaligus menyeramkan bagi siapa pun yang melihatnya secara langsung.

2. Kemampuan Memutar Kepala Secara Ekstrem

Karena matanya tidak bisa melirik, alam membekali burung hantu dengan fleksibilitas leher yang luar biasa. Mereka mampu memutar kepala hingga 270 derajat!

Baca juga :   Bukan Hantu! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Mata Kucing Bisa "Menyala" Seperti Laser di Malam Hari. Kenalan dengan Cermin Alami: Tapetum Lucidum!

Bayangkan Anda melihat seekor burung yang badannya membelakangi Anda, namun wajahnya menatap tepat ke arah Anda. Kemampuan inilah yang seringkali dianggap mirip dengan adegan film horor, padahal fungsi aslinya adalah untuk melacak mangsa dengan cepat tanpa harus menggerakkan seluruh tubuh.

3. Sang “Silent Killer” yang Terbang Tanpa Suara

Inilah alasan paling kuat mengapa mereka disebut mirip hantu: kehadiran yang tak terdeteksi. Burung hantu memiliki struktur bulu khusus yang mampu memecah turbulensi udara saat mengepakkan sayap.

Hasilnya, mereka bisa terbang rendah dan menyergap mangsa tanpa menimbulkan suara sekecil apa pun. Bagi mangsanya, burung hantu adalah sosok yang tiba-tiba muncul dari kegelapan dan langsung melakukan serangan fatal—persis seperti cara kerja “hantu” dalam cerita legenda.

4. Raja Kegelapan yang Aktif di Malam Hari

Sebagai hewan nokturnal, mayoritas aktivitas burung hantu terjadi saat matahari terbenam. Sistem penglihatan mereka memiliki lapisan jaringan di belakang retina yang memantulkan cahaya, memungkinkan mereka melihat dengan sangat jelas di tempat yang sangat gelap sekalipun.

Baca juga :   Pojok Sains: Mengungkap "Petrichor", Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

Kombinasi antara kemunculan di tengah malam, suara yang melengking di kesunyian, dan habitat di tempat sepi seperti gedung tua atau pepohonan rimbun, makin mengukuhkan citra “hantu” pada burung ini di mata masyarakat Indonesia.


Tanya Jawab Seputar Burung Hantu

PertanyaanPenjelasan Singkat
Kenapa disebut “Owl” dalam bahasa Inggris?Kata “Owl” berasal dari bahasa Inggris Kuno yang merujuk pada suara lengkingan burung tersebut (bersifat onomatope).
Kenapa mereka suka berada di kuburan?Kuburan biasanya tenang, banyak pohon besar, dan menjadi sarang tikus atau serangga. Ini adalah “restoran” ideal bagi mereka.
Apakah burung hantu bisa mengunyah?Tidak. Mereka biasanya menelan mangsa secara utuh dan kemudian memuntahkan sisa tulang atau bulu yang tidak bisa dicerna.

Baca juga : Pojok Sains: Kenapa Burung yang Bertengger di Kabel Listrik Tegangan Tinggi Tidak Kesetrum?

Mengenal Burung Paruh Kodok: Si Penyamar Ulung yang Sering Dikira Burung Hantu

Berita ini 56 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Edukasi

Fenomena Harvest Moon 26 September 2026: Intip 3 Dampaknya bagi Bumi!
Pojok Sains: Mengungkap "Petrichor", Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

Fakta Unik

Pojok Sains: Mengungkap “Petrichor”, Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan
Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika "Hamburan Rayleigh". Ini Penjelasannya!

Artikel

Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika “Hamburan Rayleigh”. Ini Penjelasannya!
Rahasia di Balik Menguap: Bukan Sekadar Kurang Oksigen, Tapi Cara Otak Tetap Dingin

Fakta Unik

Rahasia di Balik Menguap: Bukan Sekadar Kurang Oksigen, Tapi Cara Otak Tetap Dingin
Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek "Warm Glow" di Otak Anda

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek “Warm Glow” di Otak Anda

Sains

Ilmuwan AS Ciptakan Cahaya Hidup dari Alga Laut Bioluminesen

Sains

Mungkinkah Manusia Membangun Peradaban Permanen di Bulan?
Menguak Misteri "Pedas", Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)

Artikel

Menguak Misteri “Pedas”, Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)