Koransakti.co.id, Cianjur- Dunia kesehatan Indonesia kembali berduka. Seorang dokter muda yang sedang menjalani program internship di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di laporkan meninggal dunia setelah di duga terinfeksi campak yang di sertai komplikasi pneumonia.
Dokter berinisial AMW (26) itu di ketahui bertugas di kawasan RSUD Cimacan, Cipanas, Cianjur.
Sebelum kondisinya memburuk, korban sempat mengeluhkan sejumlah gejala awal seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, serta sesak napas.
Komplikasi pneumonia yang menyerang paru-paru di duga menjadi penyebab kondisi kesehatannya menurun drastis dalam waktu singkat. Meski sempat mendapat penanganan medis intensif, nyawa dokter muda tersebut tidak tertolong.
Kabar meninggalnya tenaga medis muda ini menyita perhatian publik, terutama karena campak selama ini kerap di anggap penyakit ringan.
Padahal, pada orang dewasa dengan daya tahan tubuh yang menurun, campak dapat memicu komplikasi serius seperti infeksi paru, dehidrasi, hingga gangguan neurologis.
Kasus ini juga menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk tidak menganggap remeh gejala campak.
Tanda awal yang perlu di waspadai meliputi demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kemerahan yang menyebar di tubuh.
Pakar kesehatan mengingatkan bahwa imunisasi campak tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif, sekaligus membantu menekan risiko komplikasi berat dan kematian.
Selain itu, masyarakat di minta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala serupa, terutama jika di sertai sesak napas atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.**
Baca juga: 23.000 Kasus Suspek Campak Ditemukan di 2025, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi















