Home / Kesehatan / Nasional

Jumat, 10 Oktober 2025 - 15:30 WIB

23.000 Kasus Suspek Campak Ditemukan di 2025, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi

koransakti - Penulis

 Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit campak dan komplikasinya yang berbahaya. (Foto: lajur)

Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit campak dan komplikasinya yang berbahaya. (Foto: lajur)

koransakti.co.id – Penyakit campak kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga akhir Agustus, telah tercatat 23.128 kasus suspek campak di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.444 kasus telah terkonfirmasi positif.

Meningkatnya kasus ini mendorong pemerintah untuk kembali menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah. Kemenkes pun mengingatkan kembali bahwa imunisasi adalah satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Penyebab Lonjakan Kasus: Penurunan Cakupan Imunisasi

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama lonjakan kasus adalah menurunnya cakupan imunisasi campak rubella dalam tiga tahun terakhir.

“Target nasional sebesar 95% belum tercapai. Padahal, angka tersebut diperlukan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang dapat melindungi seluruh populasi anak,” ujar Prima.

Baca juga :   Update Keracunan MBG Bandung Barat: 1.244 Orang Sembuh, 65 Masih Dirawat

Ia menambahkan bahwa meskipun angka cakupan nasional terlihat cukup tinggi, pemerataannya masih menjadi masalah. Masih banyak wilayah di tingkat desa yang capaian imunisasinya rendah, sehingga menciptakan “kantong-kantong” kerentanan yang memicu terjadinya KLB.

Bahaya Campak dan Komplikasinya

Dokter Spesialis Anak, Anggraini Alam, menekankan bahwa campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan. “Campak itu penyakit virus yang sangat menular. Dari satu orang yang sakit, bisa menular hingga ke 12 sampai 18 orang lainnya,” ujarnya.

Gejala awal campak biasanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah, yang kemudian diikuti oleh munculnya ruam di seluruh tubuh. Namun, bahaya sebenarnya terletak pada komplikasinya, yang bisa berupa:

  • Diare berat hingga dehidrasi.
  • Infeksi telinga.
  • Pneumonia (radang paru-paru).
  • Infeksi otak (ensefalitis).
  • Penyakit fatal Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) yang bisa muncul bertahun-tahun setelah infeksi.
Baca juga :   Kebiasaan Sepele yang Bikin Tumit Kaki Kering dan Pecah-Pecah

Selain itu, campak juga menurunkan sistem kekebalan tubuh secara drastis, membuat anak rentan terhadap penyakit-penyakit lainnya.

Jadwal Imunisasi Campak Nasional

Saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan campak. Penanganan hanya bersifat suportif untuk meredakan gejala. Oleh karena itu, pencegahan melalui imunisasi menjadi sangat krusial.

Dalam program imunisasi nasional, vaksin campak rubella (MR) diberikan sebanyak tiga kali secara gratis:

  • Dosis pertama: Saat bayi berusia 9 bulan.
  • Dosis kedua: Saat anak berusia 18 bulan.
  • Dosis booster: Saat anak masuk kelas 1 SD (sekitar usia 7 tahun).

Kemenkes mengimbau seluruh orang tua untuk segera melengkapi jadwal imunisasi anak mereka di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk melindungi buah hati dari ancaman campak dan komplikasinya yang berbahaya.

baca juga MG Tebar Promo Akhir Tahun, Tawarkan Keuntungan hingga Rp200 Juta – Koran Sakti

Berita ini 99 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandung

Pohon Trembesi Berusia 110 Tahun Tumbang, 3 Orang Jadi Korban

Bandung

Membangun Keharmonisan Antar Anggota, Jurnalis Independen Bersatu Melaksanakan Berbuka Puasa Bersama

Nasional

Aturan Baru CPNS dan PPPK 2025 Segera Terbit
The 7 Best Protein Powders of 2025 for Every Fitness Goal

Fitness

The 7 Best Protein Powders of 2025 for Every Fitness Goal
TNI AL Targetkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba Sebelum HUT TNI 2026

Nasional

TNI AL Targetkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba Sebelum HUT TNI 2026

Jakarta

Kunjungan Kerja ke Turki, Kasal Tinjau Pembangunan Kapal Cepat Rudal (KCR) 

Daerah

dr. Ismi Dukung Penuh Rencana Gubernur Hidayat Arsani Bangun RS Jantung dan Stroke di Babel
Mengenal Hipertensi (Darah Tinggi): Si 'Silent Killer' yang Sering Dianggap Sepele (Bukan Cuma Soal Marah-marah!)

Artikel

Mengenal Hipertensi (Darah Tinggi): Si ‘Silent Killer’ yang Sering Dianggap Sepele (Bukan Cuma Soal Marah-marah!)