Home / Ekonomi / Nasional

Minggu, 9 November 2025 - 21:15 WIB

DME Bakal Gantikan LPG, Bahlil Lapor ke Prabowo: Target 2026 untuk Tekan Impor 10 Juta Ton

koransakti - Penulis

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan progres proyek DME pengganti LPG kepada Presiden Prabowo Subianto. (Sumber: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan progres proyek DME pengganti LPG kepada Presiden Prabowo Subianto. (Sumber: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

koransakti.co.id – Pemerintah memprioritaskan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG). Langkah strategis ini diambil untuk menekan impor LPG yang terus membengkak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa proyek DME ini telah dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 6 November 2025.

Kebutuhan Mendesak 10 Juta Ton LPG di 2026

Dalam ratas tersebut, Bahlil menyebut Presiden Prabowo menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan industri energi dalam negeri. Hal ini krusial mengingat kebutuhan LPG di tahun-tahun mendatang akan sangat besar.

“Kita tahu bahwa tadi kita baru habis resmikan Cilegon, itu kita membutuhkan LPG kurang lebih sekitar 1,2 juta ton per tahun,” ucap Bahlil dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/11/2025).

Baca juga :   Sebagian Barang Jarahan Kembali, Ahmad Sahroni Janji Tak Polisikan Pelaku

“Maka konsumsi kita nanti ke depan, di 2026, itu sudah mencapai hampir 10 juta ton LPG. Tidak bisa kita lama, kita harus segera membangun industri-industri dalam negeri.”

Pemerintah berharap proyek DME ini sudah bisa mulai berjalan pada tahun 2026.

Kelebihan DME Dibandingkan LPG

Mengutip situs Kementerian ESDM, DME (senyawa CH3OCH3) dipilih karena memiliki banyak keunggulan signifikan dibandingkan LPG, terutama lebih ramah lingkungan.

  • Infrastruktur Sama: DME memiliki kesamaan sifat kimia dan fisika dengan LPG, sehingga bisa menggunakan infrastruktur yang ada saat ini (tabung, storage, dan handling).
  • Bahan Baku Fleksibel: DME bisa diproduksi dari berbagai sumber energi, termasuk biomassa dan limbah. Namun, saat ini batu bara kalori rendah dinilai sebagai bahan baku paling ideal.
  • Ramah Lingkungan: DME mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan mampu meminimalisir gas rumah kaca hingga 20%.
  • Mengurangi Emisi: Emisi LPG per tahun mencapai 930 kg CO2. Dengan DME, hitungannya akan berkurang drastis menjadi 745 kg CO2.
  • Nyala Api Lebih Baik: Kualitas nyala api DME lebih biru, stabil, tidak menghasilkan partikulat (pm), tidak mengandung sulfur, dan pembakarannya lebih cepat.
Baca juga :   Koperasi Desa Merah Putih, Program Unggulan Prabowo untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi Rakyat

Baca juga:

Trik Dapat 20.000 Gems & Jersey Indonesia! Ini Kode Redeem FC Mobile 9 November 2025 – Koran Sakti

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Tekan Angka Kematian Ibu Tertinggi di Jateng, FK UNDIP Gandeng Pakar dari Inggris Gelar Pelatihan di Brebes

Artikel

Cari Rumah di Bawah Rp 150 Juta? Ini 5 Pilihan Rumah Murah di Minahasa

Nasional

Gaji Pensiunan PNS Agustus 2026 Mulai Cair, PT Taspen Klarifikasi Isu Kenaikan Jelang HUT RI ke-81
Berulang Kali Berulah, Pegawai Pajak Bursok Anthony Marlon Kini Desak Menkeu Purbaya Mundur

Hukum

Berulang Kali Berulah, Pegawai Pajak Bursok Anthony Marlon Kini Desak Menkeu Purbaya Mundur

Energi

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina, Shell, dan BP Naik September 2026: Cek Rincian Terbaru

Bisnis

5 Ide Bisnis Sampingan untuk Karyawan: Modal Kecil, Untung Maksimal

Breaking news

Prabowo Rombak Kabinet: Sri Mulyani Diganti, Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menkeu Baru

Dinamika

Inovasi Elisitor Biosaka Jadi Sorotan Utama pada Penas XVI