Koransakti.co.id- 15 orang meninggal dan 84 orang luka-luka akibat tabrakan Kereta Api Argo Bromo dengan Kereta Commuter yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi pada pukul 20.50 WIB, Senin, 27 April 2026. Kita mendoakan agar semua korban yang meninggal di terima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kepada yang luka-luka semoga segera pulih. Khusus keluarga yang di tinggalkan, semoga di beri kesabaran dalam menghadapi musibah yang datang tiba-tiba. Kepada PT KAI dan pihak asuransi agar segera menyelesaikan hak para korban.
Soal penyebab dan kronologis kecelakaan dan tabrakan, kita serahkan ke KNKT. Namun secara empiris penyebab kecelakaan biasanya faktor: human error, infrastruktur (gangguan sinyal, rel rusak, dan masalah di pelintasan).
Setiap hari sekitar 1,1 juta orang di Jabodetabek memanfaatkan kereta commuter yang berjumlah 900 unit dan 94 rangkaian yang melayani 1.000 perjalanan. Kereta commuter di minati masyarakat karena: lebih cepat (tidak macet) dan ongkos relatif murah.
Sudah sepatutnya Menko Infrastruktur memperhatikan dengan serius infrastruktur yang terkait kereta commuter di Jabodetabek: jangan semua harus presiden yang turun tangan.
Penting untuk menginventarisasi semua infrastruktur yang terkait pelintasan kereta api. Dana sudah tersedia Rp 4 triliun, tinggal di eksekusi.
Kepada Kemenhub penting untuk melakukan pembinaan terhadap tenaga manusia yang terkait dengan semua moda transportasi untuk menekan terjadinya human error.
InsyaAllah.
Penulis:
Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR (Prof RDM), Politisi Senior, Eks Ketua BPK RI & Analis Politik Anggaran, Pangan dan Health Economic















