Home / Internasional / Kriminal / Peristiwa / Politik

Kamis, 11 September 2025 - 20:59 WIB

Aktivis Konservatif AS Charlie Kirk Tewas Ditembak, Perburuan Pelaku Besar-besaran Digelar

koransakti - Penulis

Charlie Kirk di Utah Valley University, Rabu (Foto: Tess Crowley/The Deseret News/AP)

Charlie Kirk di Utah Valley University, Rabu (Foto: Tess Crowley/The Deseret News/AP)

WASHINGTON D.C. (KORANSAKTI) – Dunia politik Amerika Serikat diguncang oleh peristiwa tragis. Aktivis konservatif terkemuka dan pendukung setia Presiden Donald Trump, Charlie Kirk, tewas ditembak saat sedang mengisi acara di Utah Valley University pada hari Rabu (10/9/2025).

Penembakan ini terjadi di depan ribuan audiens dan kini memicu perburuan besar-besaran yang dipimpin oleh FBI untuk menangkap pelaku yang masih buron. Insiden ini juga menuai kecaman keras dari seluruh spektrum politik dan memicu kembali perdebatan sengit tentang kekerasan politik di AS.

Kronologi Penembakan dan Perburuan Pelaku

Menurut keterangan pihak berwenang, Charlie Kirk ditembak dari jarak jauh saat sedang berbicara di atas panggung. Pelaku diduga menembak dari atap sebuah gedung di sekitar lokasi.

  • Pelaku Masih Buron: FBI menyatakan pelaku adalah seorang pria dan “tampak berusia seperti mahasiswa”. Setelah menembak, ia melompat dari atap dan melarikan diri ke sebuah lingkungan perumahan.
  • Senjata Ditemukan: Pihak berwenang telah menemukan sebuah “senapan bertenaga tinggi” di area hutan dekat lokasi, yang diyakini sebagai senjata yang digunakan dalam serangan itu. Jejak sepatu dan sidik telapak tangan juga telah diamankan.
  • Video Jadi Petunjuk: Penyelidik mengonfirmasi bahwa mereka memiliki “rekaman video yang bagus” dari tersangka, namun belum merilisnya ke publik demi kepentingan investigasi.
Baca juga :   Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Pengamanan Kunker Presiden Prabowo Peluncuran Gerakan Indonesia Menanam

Reaksi Keras dari Donald Trump dan Panggung Politik

Presiden Donald Trump mengonfirmasi kematian Kirk dan menyebutnya sebagai “momen kelam bagi Amerika”. Ia secara langsung menyalahkan retorika dari “kelompok kiri radikal” sebagai penyebab kekerasan politik.

  • Dunia Mengutuk: Kecaman datang dari berbagai pihak. Politisi Demokrat dan Republik sama-sama mengutuk kekerasan tersebut. Sejumlah tokoh sayap kanan di Eropa, seperti Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán, juga menyalahkan “kampanye kebencian” dari kelompok liberal.
  • Keluarga Berduka: Pejabat Utah yang telah berkomunikasi dengan istri Kirk, Erika, menggambarkan keluarga tersebut “sangat terpukul”. Wakil Presiden JD Vance, yang menyebut Kirk sebagai “sahabat sejati”, membatalkan agendanya untuk mengunjungi keluarga yang berduka.
Baca juga :   Update COVID-19 Global: Kasus Turun, tapi Angka Rawat Inap dan Varian XFG Meningkat

Kekhawatiran Akan Eskalasi Kekerasan Politik

Pembunuhan Charlie Kirk menandai puncak baru dari kekerasan politik di Amerika Serikat. Sebuah survei terbaru yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa 34% mahasiswa di AS menganggap kekerasan dapat diterima untuk menghentikan sebuah pidato di kampus.

Analis politik khawatir insiden ini dapat memicu aksi balasan dan semakin memperdalam perpecahan di tengah masyarakat Amerika yang sudah terpolarisasi.

Berita ini 46 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Megawati Kunjungi Istana Merdeka, Disambut Langsung Presiden Prabowo Subianto

Peristiwa

Romansa Biru dan Putih: Potret Pernikahan Teuku Rassya dan Cleantha Islan

Internasional

Simeone Kehilangan Magis! Sundulan Tajam Paredes Paksa Atletico Madrid Bertekuk Lutut di Metropolitano
Sejarah Baru! Lucas Pinheiro Braathen Persembahkan Emas Olimpiade Musim Dingin Pertama untuk Brasil

Internasional

Sejarah Baru! Lucas Pinheiro Braathen Persembahkan Emas Olimpiade Musim Dingin Pertama untuk Brasil

Peristiwa

Wako Alfin Ikuti Rapat Paripurna DPRD dalam Rangka Peringatan Hut ke-80 Kemerdekaan RI

Jambi

Satresnarkoba Kerinci Bongkar Jaringan Sabu Sumbar–Jambi, Seorang PNS Ikut Diamankan

Kerinci

Indikasi Ada Kecurangan, Rapat Pleno Kecamatan Air Hangat Timur Berjalan Alot

Internasional

Meski Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Rumah Lionel Scaloni Justru Dipadati Fans karena Alasan Ini