koransakti.co.id- Kekalahan di partai puncak tidak lantas mengikis kasih sayang publik Argentina kepada pelatih mereka, Lionel Scaloni. Kendati Tim Tango harus merelakan gelar juara ke tangan Spanyol, para pendukung justru berbondong-bondong menyambangi kediaman sang juru taktik di kampung halamannya, Pujato.
Bahkan, sepekan lebih setelah laga final berlangsung, lautan suporter masih setia memadati area depan rumah Scaloni. Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan tanda tangan, berswafoto, atau sekadar memberikan pelukan hangat kepada pelatih berusia 48 tahun tersebut.
Momen Lucu Saat Hendak ke Dokter Gigi
Antusiasme warga yang begitu luar biasa sempat membuat Scaloni kesulitan saat hendak meninggalkan rumah. Dalam sebuah rekaman video yang viral di media sosial, mantan penggawa Deportivo La Coruna itu terlihat harus berjalan menembus kerumunan fans dengan pengawalan petugas keamanan.
Namun, alih-alih merasa terganggu, Scaloni justru melontarkan kelakar santai yang memancing gelak tawa para suporter.
“Saya ada janji dengan dokter gigi. Nanti saya kembali lagi,” ujar Scaloni sembari tersenyum lebar.
Mendengar ucapan polos sang pelatih, kerumunan fans segera membuka jalan agar mobilnya bisa melintas. Menariknya, Scaloni memang rutin menyapa warga setiap pagi dan sore hari untuk melayani permintaan foto maupun berbincang singkat.
Respons Haru Publik dan Permohonan Maaf Scaloni
Sikap rendah hati Scaloni menuai beragam pujian di jagat maya. Banyak netizen mengagumi kedekatan emosional antara Scaloni dan masyarakat Argentina. Bagi mereka, kegagalan di final tidak menghapus deretan prestasi manis yang sudah ia persembahkan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Argentina terpaksa berpuas diri menjadi runner-up Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-1 dari Spanyol lewat gol tunggal Ferran Torres. Pascalaga, Scaloni sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya karena gagal mempertahankan trofi.
Kendati demikian, ia berpesan agar rakyat Argentina tetap bangga terhadap kerja keras dan semangat juang para pemain di lapangan. Sambutan hangat dari warga Pujato ini menjadi bukti nyata bahwa Scaloni tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Argentina.















