koransakti.co.id- Hari ini, 2 Mei 2026, kita berdiri bersama untuk mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa atas napas pendidikan yang terus mengalir di nadi bangsa. Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momentum krusial untuk mempertegas komitmen kita dalam memuliakan manusia melalui pendidikan yang tulus dan penuh kasih.
Menghidupkan Kembali Spirit “Among” di Era Modern
Pendidikan sejati adalah proses menemukan fitrah manusia. Mengacu pada filosofi Ki Hajar Dewantara, kita memegang teguh sistem Among: Asah, Asih, dan Asuh. Di bawah visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, kita bergerak serentak membangun SDM yang tangguh demi Indonesia yang makmur dan bermartabat.
Kita percaya bahwa kemajuan bangsa bermula dari apa yang terjadi di dalam ruang kelas. Oleh karena itu, Pemerintah mengusung pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai motor penggerak kualitas pendidikan kita.
Revitalisasi Fisik dan Akselerasi Digitalisasi
Langkah nyata pertama yang kita tempuh adalah memastikan lingkungan belajar yang manusiawi. Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Pemerintah telah merevitalisasi lebih dari 16.000 satuan pendidikan pada tahun 2025.
Tak hanya bangunan fisik, kita mempercepat digitalisasi dengan mendistribusikan papan interaktif digital ke ratusan ribu sekolah. Kita ingin setiap anak Indonesia, dari pelosok hingga kota, belajar di ruang yang nyaman dengan teknologi yang mendukung daya imajinasi mereka.
Memuliakan Guru: Pilar Utama Peradaban
Kami menyadari bahwa guru adalah ujung tombak transformasi. Oleh karena itu, negara hadir menjamin kesejahteraan dan kompetensi mereka:
Beasiswa Pendidikan: Pemberian bantuan Rp3.000.000 per semester bagi guru yang menempuh jenjang S1/D4.
Peningkatan Kesejahteraan: Tunjangan sertifikasi kini disalurkan langsung setiap bulan, termasuk pemberian insentif bagi guru honorer.
Pelatihan Masa Depan: Pembekalan keterampilan Artificial Intelligence (AI), koding, hingga bimbingan konseling agar guru siap menghadapi tantangan zaman.
Membangun Karakter melalui Budaya ASRI
Pendidikan tidak hanya soal angka di atas kertas. Kita menciptakan sekolah sebagai “rumah kedua” melalui budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kita perangi perundungan dan kekerasan dengan mengintegrasikan:
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung kesiapan fisik siswa.
Pramuka dan Pembelajaran Berbasis Pengalaman untuk mengasah jiwa kepemimpinan.
Inklusivitas: Pendidikan yang Tak Meninggalkan Siapapun
Negara memastikan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Kita mendobrak hambatan ekonomi dan geografis melalui sekolah satu atap serta pendidikan jarak jauh. Bagi anak-anak berkebutuhan khusus, kita memperkuat ekosistem sekolah inklusi yang berkeadilan. Pendidikan adalah hak dasar, bukan hak istimewa.
Penutup: Bergerak dengan Mindset, Mental, dan Misi
Fondasi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” telah kita letakkan. Namun, regulasi sehebat apa pun akan lumpuh tanpa dukungan sinergis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Mari kita tuntaskan perjuangan ini dengan 3M:
Mindset yang progresif.
Mental yang tangguh.
Misi yang lurus untuk kemanusiaan.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita gotong royong mencerdaskan kehidupan bangsa!
Demikian Naskah pidato pemerintah yang menjadi pedoman upacara di seluruh penjuru negeri yang membawa pesan kuat mengenai visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan bermartabat. (Emi)
Baca juga: Pemerintah Perluas PIP 2026, Kini Jangkau TK dan PAUD untuk Pendidikan Inklusif















