Home / Bilogi / Sains

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:04 WIB

Rahasia Kupu-Kupu Malam: Mengapa Mereka “Terhipnotis” Cahaya Lampu?

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kupu-kupu malam atau ngengat seolah rela mempertaruhkan nyawa demi mendekati bohlam lampu yang panas? Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Serangga cantik ini memiliki alasan biologis yang kuat mengapa cahaya buatan manusia tampak begitu menggoda di mata mereka.

Mekanisme Mata Majemuk yang Super Canggih

Kupu-kupu dewasa mengandalkan mata majemuk yang terdiri dari ribuan unit kecil bernama ommatidium. Setiap unit ini bekerja layaknya kamera mandiri yang menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal saraf ke otak.

Kehebatan sistem penglihatan ini memungkinkan kupu-kupu memantau segala arah—atas, bawah, hingga belakang—secara bersamaan.

Selain tajam dalam mendeteksi gerakan, mereka juga mampu menangkap cahaya terpolarisasi. Kemampuan unik inilah yang membantu mereka menentukan orientasi arah di alam liar.

Baca juga :   Siap-siap! BMKG Prakirakan La Nina Tiba di Indonesia Akhir 2025, Musim Hujan Datang Lebih Awal

Fototaksis Positif: Magnet Cahaya di Malam Hari

Dalam dunia biologi, perilaku kupu-kupu yang bergerak otomatis menuju sumber cahaya di sebut sebagai fototaksis positif. Cahaya putih yang terpancar dari lampu rumah atau kendaraan bertindak sebagai magnet bagi mereka.

Mengapa demikian? Secara evolusi, kupu-kupu malam menggunakan cahaya bulan yang stabil sebagai kompas alami. Ketika cahaya lampu yang jauh lebih terang muncul, sistem navigasi mereka menjadi kacau. Mereka mengira lampu tersebut adalah bulan dan terus berusaha menjaga posisi terbang agar tetap sejajar dengan sumber cahaya tersebut.

Mengira Lampu Adalah Sumber Makanan

Selain masalah navigasi, warna cahaya sangat menentukan reaksi kupu-kupu. Cahaya berwarna kebiruan sering kali memancarkan radiasi ultraviolet (UV).

Baca juga :   Sering Dimarahi Orang Tua? Ternyata Mandi Malam Tidak Menyebabkan Rematik! Ini Fakta Medis yang Wajib Anda Tahu Agar Tidak Salah Kaprah

Di mata kupu-kupu, spektrum UV ini identik dengan pantulan warna nektar pada bunga. Alhasil, kupu-kupu mendekati lampu biru bukan sekadar untuk terbang, melainkan karena mereka mengira telah menemukan “pesta” makanan yang melimpah.

Perlindungan Diri Melalui Manipulasi Visual

Menariknya, penglihatan bukan satu-satunya alat bertahan hidup. Banyak spesies kupu-kupu memiliki corak bintik hitam menyerupai mata besar di sayapnya. Pola ini berfungsi untuk mengintimidasi lawan. Dengan memamerkan bintik tersebut, mereka menipu predator agar mengira bahwa mereka adalah hewan besar yang berbahaya, bukan sekadar serangga kecil yang lemah. (gina)

Baca juga: Rahasia Di Balik Kilau Putih Salju: Mengapa Kristal Bening Bisa Menghasilkan Hamparan Putih?

Berita ini 39 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Fakta Unik

Pesona Jay Punggung-Ungu: Sang Fotografer Hutan dari Pesisir Pasifik Meksiko

Fisika

Mengapa Kita Tidak Merasakan Putaran Bumi yang Super Cepat?

Fakta Unik

Rahasia di Balik Cahaya Langit: Mengapa Kilatan Petir Selalu Bergerak Zig-zag dan Tidak Pernah Lurus?
Kenapa Digigit Semut Rasanya Panas & Gatal? Kenalan dengan Asam Formiat (CH2O2), Senjata Kimia si Kecil!

Artikel

Bukan Cuma Sopan Santun! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Semut Selalu “Salaman” Saat Berpapasan & Rahasia Senjata Kimia Asam Format (HCOOH)

Bilogi

Mengenal Ikan Dori: 5 Fakta Unik Si Tang Biru yang Ternyata Beracun!
Spiderman Dunia Nyata! Terungkap Alasan Ilmiah Kenapa Cicak Tidak Jatuh Saat Merayap di Plafon (Ternyata Kakinya Tidak Lengket!)

Artikel

Spiderman Dunia Nyata! Terungkap Alasan Ilmiah Kenapa Cicak Tidak Jatuh Saat Merayap di Plafon (Ternyata Kakinya Tidak Lengket!)
Pojok Sains: Kenapa Muncul 'Bintang' & Cahaya Warna-Warni Saat Mata Ditekan? (Phosphenes)

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Muncul ‘Bintang’ & Cahaya Warna-Warni Saat Mata Ditekan? (Phosphenes)

Bilogi

Mengenal Celepuk: Si Burung Hantu Mungil Penjaga Ekosistem Indonesia