Home / Bandung

Senin, 8 Juni 2026 - 05:01 WIB

Kementan-Kemenkop Dorong Swasembada Susu, Peternak dan Koperasi Jadi Ujung Tombak

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id, Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong upaya mewujudkan swasembada susu nasional melalui peningkatan produksi, penguatan koperasi peternak, dan dukungan pembiayaan yang lebih luas bagi sektor persusuan.

Langkah ini di lakukan agar kebutuhan susu masyarakat semakin banyak di penuhi dari produksi dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan pemerintah saat ini menempatkan sektor persusuan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Masuknya peningkatan produksi susu sapi ke dalam Proyek Strategis Nasional merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah menempatkan sektor persusuan sebagai salah satu instrumen penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi nasional,” ujar Agung dalam Rapat Koordinasi Kantor OJK Daerah bersama Dewan Komisioner OJK Tahun 2026 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026).

Saat ini kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 4,7 juta ton per tahun. Namun produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20–21 persen kebutuhan nasional. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk meningkatkan produksi susu nasional melalui penguatan peternak rakyat.

Baca juga :   Kementan Bersama DMFI Perkuat Pengendalian Rabies Secara Humanis

Menurut Agung, pemerintah terus memperkuat seluruh rantai usaha persusuan, mulai dari penyediaan bibit unggul, perbaikan pakan, pengendalian penyakit hewan, peningkatan investasi sapi perah, hingga penguatan hilirisasi dan pemasaran susu segar dalam negeri.

Kementan juga terus mendorong percepatan investasi sapi perah melalui Program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) guna meningkatkan populasi dan produktivitas ternak.

Agung menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis karena sekitar 85 persen produksi susu nasional masih berasal dari peternak rakyat yang tergabung dalam koperasi.

“Koperasi atau Kelompok Usaha Bersama berfungsi sebagai agregator yang menyediakan cooling unit, laboratorium mini, edukasi usaha budidaya, dan negosiasi harga. Dukungan tersebut bertujuan menurunkan tingkat penolakan susu oleh industri pengolahan susu,” jelasnya.

Menurut Agung, penguatan koperasi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas susu, memperluas akses pasar, dan memperkuat posisi tawar peternak.

“Kami meyakini sinergi antara pemerintah, koperasi, industri, perbankan, dan peternak menjadi kunci dalam membangun ekosistem persusuan yang berkelanjutan sekaligus mempercepat kemandirian susu nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak sektor produksi di tingkat desa, termasuk persusuan.

Baca juga :   Artis Papan Atas Indonesia Meriahkan Karnaval SCTV di Kab.Bandung

“Kalau memang tujuan bernegara kita ini adalah pemerataan dan keadilan sosial, maka sektor-sektor produksi yang potensi usahanya berada di desa dan kelurahan seharusnya memang di gerakkan oleh koperasi,” ujar Farida.

Ia menambahkan bahwa koperasi perlu terus di perkuat agar mampu membangun ekosistem usaha yang terintegrasi dan berdaya saing.

“Koperasi-koperasi begini yang terus kami kembangkan dari hulu sampai hilir agar ekosistem usahanya bisa berjalan dengan baik dan bisa bersaing dengan badan usaha yang lain,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Farida mendorong keterlibatan aktif lembaga jasa keuangan dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendampingi koperasi dan peternak.

“Mari kita turun bareng-bareng. Lembaga jasa keuangan, koperasi, pemerintah, dan seluruh pihak terkait harus sama-sama mendampingi dan menginkubasi koperasi agar bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Kementan bersama Kemenkop optimistis penguatan produksi, investasi sapi perah, koperasi peternak, dan dukungan pembiayaan akan mempercepat peningkatan produksi susu dan memperkuat pilar utama kemandirian susu nasional. (*)

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandung

Piala Soeratin U13 Jawa Barat, Diwarnai Kekecewaan Peserta

Bandung

Gedung Groundbreaking Kecamatan Baleendah Resmi Dibangun 

Bandung

Jejak Kekejaman Taufik Hidayat: Sekap Pacar Bertahun-tahun dan Paksa Tato Wajah di Tubuh Korban

Bandung

Listrik Padam Dua Hari, Pasar Ciroyom Lumpuh, Pedagang Rugi Ratusan Juta

Bandung

Jelang Turnamen Piala Presiden 2025, Bupati Bandung dampingi Gubernur Jabar Tinjau Kesiapan Stadion Si Jalak Harupat 

Bandung

Mahasiswa IPB dan UNPAD Pelajari Proteksi Tanaman serta Pengujian Mutu benih dan beras di BRMP Jawa Barat

Bandung

Viral Video Dugaan Begal di Gedebage, Polda Jabar: Ternyata Salah Paham Usai Tabrakan

Bandung

Bupati Bandung Hadiri Pembukaan Kick-Off Sistem Penerimaan Murid Baru (PMB)