Home / Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:04 WIB

Kementan Bersama DMFI Perkuat Pengendalian Rabies Secara Humanis

koransakti - Penulis

koransakti.co.id, Jakarta- Pemerintah memperkuat pengendalian rabies dengan pendekatan humanis untuk melindungi peternak dan masyarakat di sekitar sentra produksi ternak.

Upaya ini di lakukan melalui penguatan sinergi antara Kementerian Pertanian dan Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI).

Pertemuan antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan DMFI berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (20/1/2026).

Menurut Direktur Kesehatan Hewan Kementan Hendra Wibawa, pengendalian rabies yang terencana berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan usaha peternak.

Lingkungan yang aman dari rabies menurunkan risiko gangguan aktivitas beternak dan melindungi kesehatan keluarga peternak.

Hendra juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kesejahteraan hewan. “Pengelolaan populasi anjing tidak hanya soal pengendalian penyakit, tetapi juga soal bagaimana kita memperlakukan hewan secara layak, humanis, dan berkelanjutan.

Baca juga :   Jadwal Imsakiyah 1 Ramadan 1447 H: Waktu Imsak dan Subuh DKI Jakarta, 19 Februari 2026

Sinergi dengan organisasi seperti DMFI membantu pemerintah menjangkau masyarakat lebih luas dalam kampanye edukasi dan vaksinasi,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut di bahas Manajemen Populasi Anjing (MPA) sebagai strategi pencegahan rabies. MPA mencakup komunikasi dan edukasi, identifikasi dan pendaftaran, pengaturan reproduksi, adopsi, vaksinasi, hingga pengendalian populasi secara berkelanjutan.

Kementerian Pertanian menyebut strategi ini sejalan dengan Permentan 32/2025 serta Master Plan Pengendalian Rabies di Indonesia.

Bagi peternak, penerapan MPA di tingkat desa di harapkan dapat menekan risiko rabies tanpa menimbulkan konflik sosial. Pengendalian yang terstruktur di nilai menciptakan lingkungan usaha ternak yang lebih aman dan kondusif.

DMFI National Coalition Director, Karin Franken menyatakan kolaborasi dengan pemerintah menjadi kunci pengelolaan populasi anjing secara etis dan efektif.

Baca juga :   Kementan Perkuat Ketersediaan Daging Nasional, Dorong Pelaku Usaha Percepat Pemasukan Ternak Bakalan

“Kami berharap sinergi ini tidak hanya menurunkan risiko rabies, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan hewan,” ujar Karin.

Hendra Wibawa menegaskan pengendalian rabies memerlukan dukungan lintas sektor. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dapat bekerja sama secara sinergis untuk mencegah rabies, meningkatkan kesejahteraan hewan, dan menjaga kesehatan masyarakat. Ini bukan hanya program kesehatan, tapi juga program kemanusiaan,” tegasnya.

Kementerian Pertanian menilai sinergi dengan DMFI sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian rabies yang melindungi peternak, menjaga kesehatan hewan, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.**

Baca juga: Komisi IV dan Kementan Tinjau Produksi Susu Greenfields

Berita ini 37 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Dean Desvi Mahasiwi STIE GANESHA Raih Gelar Terbaik Uji Kompetensi BNSP di Bidang Kewirausahaan

Advetorial

Relawan Bartos Dukung dan  Sosialisasikan Togar Situmorang Maju Calon Gubernur DKI Jakarta

Jakarta

DEAN DESVI PEMERAN IBU TYAS DISINETRON “DARI JENDELA SMP” TERNYATA SEORANG GURU

Jakarta

HITS SINGLE ICHA CHRISTY “SANDARAN JIWA” DIDUKUNG ARTIS KONDANG

Jakarta

Gus Din Sampaikan Kabar Duka, Nyai Lily Wahid Cucu Almarhum KH. Hasyim Asy’ari Meninggal Dunia

Jakarta

LAZ Relief Islami Indonesia Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Prasejahtera

Jakarta

Tati Yustiana Art Yang Bawa Kabur Uang Majikan Dilaporkan Ke Polisi

Jakarta

TRIA BEBITA MANTAN DRIVER OJOL CARI TEMAN DUET UNTUK REKAMAN DI BOSBRO MUSIC