Home / Artikel

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:23 WIB

Soal Isu Kipas Angin Rp 1,8 Triliun : Penting ada kejelasan ditengah efisiensi anggaran

koransakti - Penulis

Soal Isu Kipas Angin Rp 1,8 Triliun : Penting ada kejelasan ditengah efisiensi anggaran

Koransakti.co.id- Isu pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun muncul di Rapat Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi pada tanggal 15 Juli 2026. Salah satu tugas DPR adalah melakukan fungsi pengawasan.

Jadi pertanyaan itu sah-sah saja adanya. Namun karena tidak terjawab tuntas dan tegas: menjadi berkembang ke sana kemari. Di tambah penjelasan Dirut Agrinas yang bertugas terkait pengadaan sarana Koperasi Desa Merah Putih juga tidak menyelesaikan masalah:

“Saya nggak tahu, dia ngomong di mana, ya sudah biarin saja, orang nggak ada urusan sama saya ngapain saya urusin.” Harusnya di jawab saja tegas. Atau saya akan cek.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

Seperti di ungkapkan Menteri Keuangan ke media di Istana tanggal 23 Juli 2026: “Nanti saya cek, soal koperasi tanggung jawabnya Agrinas, kita (Kemenkeu) hanya bayar cicilan saja ke bank.”

Berdasarkan Instruksi Presiden No. 17 Tahun 2025, PT Agrinas Pangan Nusantara memang bertugas untuk mengurus pembangunan fisik dan pengadaan sarana prasarana Koperasi Desa Merah Putih. Kalau mengacu ke Inpres tersebut, pertanyaan DPR dalam rapat resmi relevan untuk di jawab.

Lagi pula, semasih menjadi penyelenggara negara dan pengurus Badan Usaha Milik Negara tetap akan berurusan dengan DPR: tidak bisa di katakan “Nggak ada urusan sama saya, ngapain saya urusin.”

Baca juga :   Kenapa Cokelat Enak Buat Manusia, Tapi Racun Mematikan Buat Anjing & Kucing? Kenalan dengan Theobromine (C7H8N4O2)!

Poin yang ingin di sampaikan adalah perilaku belanja “spending spree” pada era manajemen BGN yang lama: belum hilang dari memori masyarakat. Apalagi di tengah keterbatasan dana transfer daerah yang mengakibatkan pemerintah daerah mengalami kesulitan mengelola pelayanan publik dan melaksanakan pembangunan.

Di sinilah sensitivitas dan urgensi belanja kipas angin Rp 1,8 triliun perlu menjadi clear. Jangan terkesan di sana di minta melakukan efisiensi, tapi di tempat lain seperti bergelimang anggaran.

Semoga Koperasi Desa Merah Putih berhasil mensejahterakan Rakyat di Desa. InsyaAllah.

Penulis:

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP GENERASI MUDA
Review & Cara Dapat Uang dari Fizzo Novel 2025: Baca Cerita, Cair ke DANA (Terbukti Membayar)

Artikel

Review Fizzo Novel 2026: Hobi Baca Cerita Dibayar Saldo DANA? Ini Cara Kerjanya!

Artikel

HARI ANAK SEJAGAT RAYA HAK BERTAHAN HIDUP, BEBAS EKSPLOITASI DAN KEKERASAN 
Kok Paracetamol (C8H9NO2) Pintar Banget? Minum Lewat Mulut, Tapi Tahu Kalau Kepala Lagi Nyut-nyutan!

Artikel

Kok Paracetamol (C8H9NO2) Pintar Banget? Minum Lewat Mulut, Tapi Tahu Kalau Kepala Lagi Nyut-nyutan!

Artikel

LIMA KUR RUMUS PERSATUAN DAN KESATUAN ALA GUBERNUR AANG KUNAEFI

Artikel

Artis Papan Atas Dunia : Shakira Turun Bantu Korban Gempa

Artikel

Jambu Biji Merah: Sumber Kesehatan Alami yang Wajib Anda Ketahui!
Kenapa Air Tak Mempan Cuci Minyak? Kenalan dengan Sabun (C17H35COONa), Si "Agen Ganda" yang Jenius!

Artikel

Kenapa Air Tak Mempan Cuci Minyak? Kenalan dengan Sabun (C17H35COONa), Si “Agen Ganda” yang Jenius!