Home / Bilogi / Fakta Unik

Minggu, 13 September 2026 - 12:01 WIB

Sisi Menarik Burung Ekek, Gagak Zamrud Indonesia yang Terancam Punah

koransakti - Penulis

koransakti,co.id- Pernahkah Anda melihat burung berbulu hijau zamrud dengan topeng hitam dan paruh merah menyala melintasi pepohonan? Sosok menawan ini adalah burung ekek, pengicau langka yang menghuni hutan-hutan Indonesia.

Meskipun memiliki perawakan anggun dan suara merdu, keberadaan burung dari keluarga Corvidae ini semakin meredup di alam liar. Mari kenali lebih dekat kehidupan burung ekek serta ancaman yang mengintai keberadaan mereka.

1. Anggota Keluarga Gagak Paling Berwarna

Secara taksonomi, burung ekek (genus Cissa) masih berkerabat dekat dengan gagak. Namun, tidak seperti saudara mereka yang identik dengan warna hitam legam, ekek justru tampil amat mencolok. Bulu hijau zamrud yang berpadu dengan aksen paruh merah cerah menjadikannya anggota keluarga gagak paling indah di dunia.

2. Tiga Spesies Penghuni Hutan Nusantara

Saat ini, dunia mengenal empat spesies ekek, dan Indonesia menjadi rumah bagi tiga di antaranya:

  • Ekek Layongan (Cissa chinensis): Berukuran paling besar (37–39 cm), menghuni kawasan Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra.

  • Ekek Geling Kalimantan (Cissa jefferyi): Berukuran sedang (33 cm) dengan ciri khas iris mata berwarna putih yang unik.

  • Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina): Berukuran paling mungil (31 cm) dan bersifat endemik di Pulau Jawa.

Baca juga :   Radar Alami Nyamuk: Alasan Mengapa Kamu Tetap Digigit di Ruang Gelap

3. Penjaga Ekosistem Hutan Tropis

Burung ekek membutuhkan tutupan kanopi hutan yang rapat dan teduh untuk bertahan hidup. Selama beraktivitas, mereka aktif menjelajahi lantai hutan dan menyisir serasah daun demi berburu makanan. Mangsa utamanya meliputi serangga besar, jangkrik, kumbang, hingga reptil kecil seperti kadal dan katak.

4. Pigmen Alami yang Bisa Memudar di Sangkar

Salah satu fenomena unik dari ekek terletak pada warna bulunya. Burung ini mendapatkan pigmen hijau cerah dari asupan pigmen lutein—yang mereka peroleh dengan memangsa serangga pemakan daun. Jika manusia menangkap dan mengurungnya di dalam sangkar, tingkat stres serta perubahan pola makan akan mengubah warna bulunya yang indah menjadi biru pirus kusam.

Baca juga :   Tidur dengan Satu Mata Terbuka? Ini Rahasia Ilmiah Bagaimana Lumba-Lumba Tidur Tanpa Takut Tenggelam!

5. Ancaman Kepunahan Ekek Geling Jawa

Di antara ketiga jenis ekek di Indonesia, ekek geling jawa menghadapi kondisi yang paling kritis. Perburuan liar untuk pasar burung berkicau memicu penurunan populasi lebih dari 80 persen sejak dekade 1990-an. Ditambah lagi, alih fungsi lahan hutan di Pulau Jawa mempersempit ruang hidup mereka secara drastis.

6. Pelindung Hukum dan Harapan Penangkaran

Pemerintah Indonesia telah menetapkan status dilindungi bagi ekek geling jawa dan ekek layongan melalui Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/2018. Guna menyelamatkan ekek geling jawa dari kepunahan total, lembaga seperti Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu kini aktif menjalankan program penangkaran intensif demi mengembalikan populasi mereka ke alam bebas.

Mengenal Celepuk: Si Burung Hantu Mungil Penjaga Ekosistem Indonesia

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)
Pojok Sains: Kenapa Lagu Natal (atau TikTok) Terus Terngiang di Kepala? Misteri Fenomena "Earworms" Terpecahkan!

Fakta Unik

Sains: Kenapa Lagu Natal (atau TikTok) Terus Terngiang di Kepala? Misteri Fenomena “Earworms” Terpecahkan!

Bilogi

Mengintip Pesona Tigridia Pavonia, Si Bunga Harimau Eksotis Asal Meksiko
Pojok Sains: Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Ternyata Otak Butuh 66 Hari Buat Ganti Kebiasaan, Bukan 21 Hari!

Fakta Unik

Pojok Sains: Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Ternyata Otak Butuh 66 Hari Buat Ganti Kebiasaan, Bukan 21 Hari!
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Artikel

Kenapa Madu Tidak Bisa Basi (Awet Selamanya)? Kenalan dengan H2O2, Zat Pengawet Buatan Lebah!
Pojok Sains: Kenapa Teriak "3... 2... 1..." Bareng-Bareng Bikin Merinding Bahagia? Ini Rahasia 'Sihir' Bernama Social Synchrony!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Teriak “3… 2… 1…” Bareng-Bareng Bikin Merinding Bahagia? Ini Rahasia ‘Sihir’ Bernama Social Synchrony!
Pojok Sains: Kenapa Mengiris Bawang Bikin Mata Perih & Menangis? (Ada Senjata Kimianya!)

Artikel

Kenapa Potong Bawang Bikin Nangis? Ternyata Ada “Serangan” Asam Sulfat ke Mata Kita!

Bilogi

Rahasia Keren di Balik Kilau Mutiara: Cara Kerang Mengubah Gangguan Menjadi Permata