Home / Politik

Minggu, 1 Desember 2024 - 08:55 WIB

BAWASLU KOTA TASIK DISERUDUK MASSA

koransakti - Penulis

HAJAR SERANGAN FAJAR

Oleh : DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id, Tasikmalaya- KPK greget sekali dengan money politik, demokrasi transisional, jual beli suara.

Itu merusak kedaulatan dan juga menyebabkan korupsi, kata wakil ketua KPK Alex Marwata.

Ucapan Alex bukan hanya logis, tapi memamg terbukti .

Sampai Juli 2023, yang ditangani KPK saja ada 344 anggota DPR dan DPRD, 24 gubernur, 148 bupati/walikota yang jadi tersangka.Belum yang ditangani polisi dan kejaksaan.

Mereka terpaksa para politisi dan penjabat negara, rasuah, untuk mengembalikan modal yang digunakan untuk memenangkan kontestasi.

Dan korupsi type ini yang paling sulit diberantas, kata Alex.

Dua hari pasca pencoblosan , ratusan masyarakat menggeruduk kantor KPU dan Bawaslu kota Tasikmalaya.

Mereka gabungan dari relawan dan pendukung paslon walikota Tasikmalaya norut 01,02,03 dan 05 membentuk Aliansi Masyarakat Anti Politik Uang (Alim Katipu).

Yang mereka tuntut, Bawaslu menanggapi laporan tentang money politik dan serangan fajar oleh peserta dan relawan/ mendukung paslon lain. Lalu meminta ditindak secara hukum. Kalau tidak , mereka akan menolak hasil pilkada.

Baca juga :   Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Ternyata, hiruk pikuk soal money politik itu tak hanya terjadi di kota terbesar di Priangan Timur.

Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu RI, Fu’adi menyebut sampai tanggal 29 Nopember telah masuk 130 laporan dari berbagai daerah dengan konten yang sama , money politik dan serangan fajar. Dia menyebut ada di Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara.

Ketua Bawaslu Ahmad Bagja menyebut akan meneliti laporan itu dalam 5 hari kedepan. Jika memenuhi kriteria, akan diambil langkah sesuai aturan.

Ahmad Bagja menyebut sudah hampir massip money politik itu.

Kerena itu KPK mengadakan gerakan represif “HAJAR SERANGAN FAJAR”.

Alex mengajak KPU , Bawaslu dan masyarakat yang punya hak pilih. melancarkan gerakan itu.

Baca juga :   Rapat Gabungan DPRD Kota Sungai Penuh

Sasaran utama emak emak dan pemilih pemula yang rentan bujuk rayu para pencari suara.

Berhasilkah gerakan itu ?

Rasanya sulit kita anggukan kepala, jika mendengar geruduk masyarakat kota Tasikmalaya dan laporan dengan konten yang sama dari 130 Daerah.

Korupsi memang sudah membudaya. Salah satunya ya kerena para politisi butuh suara. Dibalik itu masyarakat kita 50% belum sejahtera.

Mereka butuh barang 100 sampai 200 ribu rupiah. Ada sepanduk ngenye yang berbunyi “Selamat datang Wali kota 100 ribu.

Hukuman yang dijatuhkan terkesan ringan dan tidak membuat efek jera.

Satunya lagi , RUU perampasan aset, macet di Senayan. Ada yang nyebut DPR takut UU itu menjadi senjata makan tuan.

Mereka kapok dengan pengalaman dulu, menyetujui UU KPK saja, ternyata orang yang pertama diciduk KPK adalah anggota DPR. Dan seterusnya mereka berduyun duyun menuju Sukamiskin.

Hajar Serangan Fajar….siap , grak.***

Berita ini 100 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Politik

Desrianto Kudri : ” 5 Pasang Bakal Calon Walikota, Posisi Ahmadi-Ferry Diuntungkan “

Daerah

Tiga Pesan Hanan A Rozak Saat Buka Bersama Partai Golkar Lampung 

Advetorial

Artis Senior Ayu Azhari Ajak Warga Pangkalpinang Pilih Paslon Nomor 1 MERDEKA

Daerah

Pesan Menyentuh Melati: HARMONI Harus Hadir dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Politik

Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Tahun 2024

Nasional

Buntut Pernyataan Kontroversial, NasDem Skors Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR

Politik

Handoko : “Siap Bergerak Satu Komando Menangkan Pasangan Ahmadi-Ferry”

Kesehatan

Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan MBG: Ini Masalah Besar, Akan Kita Selesaikan