Home / Artikel

Senin, 10 Februari 2025 - 06:58 WIB

LIMA AT, KIAT WARTAWAN HEBAT 

koransakti - Penulis

Oleh: Dedi Asikin (Wartawan, Pengamat dan aktivis Sosial)

Koran Sakti.co.id- Bicara hebat buat seorang wartawan, harus berbatas pada soal kinerja. Soal melaksanakan tugas profesi.

Jangan coba bicara hebat dari aspek ekonomi. Berjibun harta dan kaya raya.

Nyaris tidak ada wartawan konglomerat yang kaya kerena profesinya, jualan berita.

Cuma ada satu dua saja. Yang saya tahu hanya Yacob Utama, Dahlan Iskan dan Harun Mohammad Kohar alias Harmoko. Mereka menjadi kaya semata kerena profesinya sebagai wartawan.

Yang lain memang ada wartawan yang menjadi kaya, tapi bukan dari pekerjaan menulis warta, tapi kerena alih profesi. Ada yang jadi pedagang, Mentri atau Duta Besar.

Jaman bung Karno banyak wartawan yang diangkat menjadi Duta Besar dan Menteri.

Ketika bung Karno hendak melakukan politik Demokrasi Terpimpin, dia singkir kan 15 orang wartawan menjadi Duta Besar.

Baca juga :   Walikota Sungai Penuh Alfin Ziarah ke Makam Pahlawan

Itu sebenarnya politik memukul rasa merangkul.

Yang banyak itu, Wartawan hebat dalam kinerja, dalam melaksanakan pekerjaan jurnalistik.

Jurnalistik itu pekerjaan yang spesialistis. Tak semua orang bisa.

Ada banyak sarjana komunikasi yang tidak sukses jadi pekerja jurnalistik.

Ada beda pendapat soal kriteria wartawan. Yang satu bilang Wartawan itu dilahirkan, yang lain dijadikan.

Yang benar menurut pendapat saya, dua duanya, dilahirkan lalu dijadikan.

Saya pernah membuat rumus yang harus dimiliki seorang wartawan jika ingin hebat.

Rumus itu saya beri nama ” Lima At , kiat Wartawan Hebat.

Tak lain adalah, Bakat, Minat, Semangat , Akal sehat dan Sepasang kaki yang kuat.

Bakat, yaitu tadi yang dilahirkan. Minat, ya pasti harus ada tak mungkin jadi tanpa minat. Semangat , yaialah. Wartawan itu pergi pagi pagi kadang kadang pulang larut malam.

Baca juga :   MAKAN BERGIZI GRATIS GITU AJA REPOT 

Akal sehat, itu kaitannya dengan kode etik jurnalistik. Jangan salah profesi yang kesohor kode etiknya ya jurnalistik.

Seorang wartawan harus mampu mempertimbangkan sesuatu informasi layak siar atau Tak semua informasi ujug ujug disebar. Harus dipertimbangkan baik buruknya bagi khalayak.

Sepasang kaki yang kuat. Wartawan itu harus ada dimana mana dan siap kemana mana. Ke jurang yang dalam atau kebukit yang menjulang.

Endang MS ( alm) teman saya, sekali waktu masuk kantor dengan srangah srengeh, sambil mengenakan kaca mata hitam.

Ternyata itu kacamata punya pilot pesawat yang jatuh di Gunung Wayang  Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung.

Rupanya begitu mendengar pesawat jatuh dia langsung pergi kesana dan menemukan kaca mata pilot itu. Dan itu perlu sepasang kaki yang kuat.

Jadilah wartawan hebat dengan Kiat Lima AT.

SELAMAT HARI PERS NASIONAL.***

Berita ini 122 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Review Game Mager 2026: Asli Buatan Indo, Main Santai Pas Gabut Cair ke DANA (Tanpa Deposit)

Artikel

Review Game MAGER 2026: Satu-satunya Game Penghasil Uang yang “Melarang” Pemainnya Deposit! Murni Gratis, Asli Membayar

Artikel

Energi Stabil untuk Ekonomi Rendah Karbon

Artikel

MAKAN BERGIZI GRATIS GITU AJA REPOT 

Artikel

RAME RAME MINTA TAMBAH ANGGARAN 
Raden Dewi Sartika : CAGEUR BAGEUR BENER PINTER TUR WANTER 

Artikel

Raden Dewi Sartika : CAGEUR BAGEUR BENER PINTER TUR WANTER 

Artikel

Mengenal Aksara Incung, Aksara Kuno Kerinci yang Hampir Terlupakan

Artikel

PEMBERONTAKAN PETANI BANTEN 

Artikel

BUAT OPUNG LBP JIKA DUIT PEMERINTAH BANYAK, KEMBALIKAN UANG KORBAN PENIPUAN INVESTASI BODONG