Home / Artikel

Kamis, 27 Maret 2025 - 01:19 WIB

LEBARAN, KETUPAT DAN SUNAN KALIJAGA 

koransakti - Penulis

DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Lebaran dan ketupat ( kupat ) itu nyaris identik. Ada lebaran pasti ada ketupat. Bukan kupat tahu Mangunreja atau kupat sayur Padalarang.

Ini kupat yang nyaris selalu tersaji dihari hari lebaran. Kebiasaan itu sesungguhnya budaya atau kebiasaan yang berbungkus syi’ar Islam. Dan itu sudah ada sejak abad ke 15.

Konon yang melahirkan santapan kupat itu tak lain dari Sunan Kalijaga (bukan yang pengacara itu).

Sunan Kalijaga yang ini, adalah seorang penyebar Islam di tanah Jawa. Beliau termasuk salah satu dari sembilan wali ( Wali Songo).

Kiprahnya menyebar Islam pada era Majapahit dipimpin Raja Kertabumi, di Demak dan Pajang. Demak adalah negara Islam pertama di tanah Jawa yang didirikan oleh Raden Fatah.

Di era itulah (1450) Sunan Kalijaga yang lahir di Tuban, dengan nama asli Raden Said. Beliau meluncurkan syi’ar Islam dengan ketupat lebaran sebagai media.

Baca juga :   Dandim 0417/Kerinci Hadiri Pemakaman Istri Peltu Jamilus Anggota Koramil 05/DK.

Ketupat yang dibuat dari anyaman janur kelapa dilambangkan sebagai kerapatan sosial, kesucian dan pengampunan.

Dulu lebaran yang sesungguhnya dalam pengertian lebih meriah adalah tanggal 8 Syawal. Mereka mengikuti Sunnah Rasul, setelah berlebaran tanggal 1 Syawal, berpuasa lagi 6 hari sejak 2 sampai 7 syawal. Mereka meyakini puasa sunnat 6 hari itu akan menghapus dosa selama setahun.

Dan pesta lebaran itu, pada waktu itu lebih meriah yang tanggal 8 Syawal itu. Itulah yang disebut lebaran ketupat.

Setiap berkunjung kepada kerabat pasti disuguhi ketupat. Biasanya sedap dimakan bersama opor atau sambel goreng. Jika suguhan nya dimakan yakinlah bahwa kesalahannya sudah dimaafkan. Arti lebih dalamnya saling memaafkan.

Ada dua simbul yang diajarkan Sunan Kalijaga dari budaya ngupat itu. Pertama, “ngaku lepat dan kedua “laku papat”

Ngaku lepat diikuti permohonan maaf satu sama lain.

Baca juga :   Kenapa Potongan Apel Berubah Jadi Cokelat? Kenalan dengan Enzim PPO dan Reaksi "Karat" pada Buah!

Laku papat itu lebaran, luberan, leburan dan laburan.

Lebaran, melebarkan , melapangkan dada untuk memaafkan orang lain,dan sebaliknya.

Luberan artinya rezeki yang melimpah dan tumpah seperti air mengalir. Implementasinya, adalah kerelaan untuk membagi kepada saudara, kerabat atau orang lain. Dihari hari itu, yang punya memberi yang kurang. Bentuknya zakat (fitrah), infaq dan shodaqoh.

Leburan berarti melebur menjadi satu, melebur dosa satu sama lainnya.

Laburan adalah upaya membersihkan diri menjadi seperti kapur yang putih.

Dianalogikan dengan ketupat, jika dibelah akan tampak warna putih dikedua belahnya.

Itulah simbul kebersihan hati untuk saling memaafkan satu sama lain.

Raden Said alias Sunan Kalijaga adalah putra dari Tumenggung Wilatikta, Adipati Tuban yang keturunan Arab. Selain ulama beliau juga seorang seniman dan arsitek ulung. Berda’wah kadang melalui pertunjukan wayang atau sandiwara. Beliau wafat di Demak pada tahun 1592.***

Berita ini 109 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Keuangan Islam sebagai Shifting Strategy: Dari Geopolitik menuju Geoekonomi Global

Artikel

Terong Bulat Hijau: Sayuran Unik  Kaya Manfaat dan Mudah Dibudidayakan

Artikel

WISATALAH SAMPE KE NEGERI CINA

Artikel

BARISAN ORANG SENGSARA SEPANJANG JAKARTA SURABAYA 

Artikel

LIMA AT, KIAT WARTAWAN HEBAT 
Jawab Pertanyaan Dibayar Saldo DANA? Ini 5 Aplikasi Survey Terpercaya & Terbukti Membayar 2025

Artikel

HP Kentang Merapat! 3 Website Penghasil Saldo DANA Gratis 2026 Tanpa Perlu Install Aplikasi, Cukup Modal Browser Sambil Nunggu Buka!

Artikel

Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan Alami Sehari-hari

Artikel

Hati Gembira Jadi Obat Alami Kesehatan Tubuh