Home / Artikel

Rabu, 10 September 2025 - 15:53 WIB

AKI AKI PISAN JILID DUA

koransakti - Penulis

Oleh :DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Ada enaknya hidup muda jaman dulu biar sengsara. Ketika aki aki pisan sekarang sering sakit, keluar masuk rumah sakit. Setelah pulang harus bulak balik kontrol ke dokter. Jalan terpincang-pincang, kaki kiri dan lengan kiri komper, susah digerakin. Banyak orang bilang hati hati pak. Di Tasik rada enak kedengarannya, hati hati pak haji. Tasik itu selain kota santri juga layak dijuluki kota haji, kali.

Kunaon nyalira atuh haji. Padahal saya, setelah operasi angkat kantung empedu (2010) sudah 16 kali keluar masuk rumah sakit. Pertama lambung pasti. Terus ada gula darah berada diatas ambang batas aman ( blood Threshold) Belakangan suruh di USG, nongol kelenjar prostat. Sudah besar katanya (4,9). Suruh disodet. Tapi hati tak berani berani. Lagian ada  keponakan abis dioperasi prostatnya meladang. Dia sendiri kesana kemari harus menggendong kantung plastik berisi air mancur ( eh air kencing) .

Saya coba coba dengan obat. Duapuluh tahun kemudian ketika masuk rumah sakit, di USG lagi, ternyata nengecil  (3,9). Jadi urolog tidak merekomendasikan operasi. Dia hanya minta kotrol padanya, 2 kali se bulan, selama 6 bulan. Nanti USG lagi. Hasil USG menentukan TL (Tindak lanjut), operasi atau tidak. Ih amit amit jabang Tutuka. Dag dig dug berkepanjangan.

Baca juga :   HARI DESA NASIONAL LEBIH BAIK TERLAMBAT DARI PADA TIDAK IBARAT SHALAT ASHAR JAM 17.30 DARI PADA TIDAK ?

Enaknya waktu muda dahulu sekolah tak perlu tinggi tinggi. Tak perlu S2, S3 apalagi guru besar. Sarjana muda cukup. Saya dulu dengan Ijazah SMP, masuk sekolah dinas. Ikatan dinas 11 tahun. Dapat tunjangan, waktu itu Ro 450 . Keluar, diangkat PNS golongan I. Ikut pendidikan lagi 2 tahun. Lulus naik golongan II. Ikut lagi  pendidikan (akademi Postel).

Lulus dengan GELAR BCAP (Bachelor of Postal Administration)

Waktu itu Kepala kantor cukup BCAP. Bahkan Direktur dan Direktur utama juga BCAP. Direktur utama PN Pos dan Giro yang  pertama Kali adalah Rd.Ardiwinata. BCAP (1968-1971) Tahun itu terjadi pergantian status dari Jawatan jadi Perusahaan negara.

Baca juga :   Sering Kebablasan Sahur Gara-Gara Begadang Malam Minggu? Terapkan 4 Trik "Alarm Alami" Ini Sebelum Tidur, Bangun Jam 3 Pagi Auto Segar!

Saya tahun 1993 ambil pensiun cepat. Waktu itu ditawari jadi kepala kantor Pos di Biak Irian Barat .

Kota kecil namun hutannya luas Penduduknya orang sana. Ada manusia, tapi itunya dibalut ( maaf) koteka.

Wah males lebih baik caw aja. Lagian waktu itu sudah senang jadi wartawan. Gengsi wartawan waktu itu masih lumayan tinggi. Bisa sahabatan dengan pak jaksa, pak hakim atau pak Kapolres.

Beres, makanya lebih baik ambil pensiun saja. Bagian kepegawaian menjanjikan bisa kepala masa kerja sudah 27 tahun .

Sesudah pensiun makin kelelep di dunia cari dan tulis berita. Pertama pernah jadi ketua Korp Wartawan Daerah (Kowarda). Jadi ketua PWI wilayah. Pernah jadi wakil ketua Yayasan Kesejahteraan Wartawan ( Yakeswari) Jawa Barat dan Sekretaris SPS ( Serikat Penerbit Surat Kabar) Jawa Barat. Ditubuh pemerintahan pernah jadi ketua RT dan RW. Mau apa lagi ?.**

Berita ini 80 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

PENDEKAR MUDA SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA

Artikel

Tomat Ceri Kecil Nan Cantik, dengan Segudang Khasiat

Artikel

“Jejak Kasus Korupsi di Kementerian Agama, Dari Masa ke Masa hingga Terbaru”

Artikel

MA EROH PEREMPUAN PERKASA DI KAKI GUNUNG GALUNGGUNG 

Artikel

Dubai Negeri “Loh Jinawi”: Tidak Berperang, Terkena Imbas Perang

Artikel

SOAL PEMEKARAN WILAYAH (DOB), MENUNGGU GIBRAN TUMPAK KUDA 

Artikel

PARIWISATA HARUS JADI AKIBAT

Artikel

BANJIR BALEENDAH DAN LILI SUMANTRI