Home / Artikel

Selasa, 30 September 2025 - 16:48 WIB

Wartawan Harus Punya Strategi Agar Narasumber Mau Bicara 

koransakti - Penulis

Oleh :DEDI ASIKIN

koransakti.co.id- Profesi wartawan masih berada di dua versi yang berbeda. Ada Nara sumber yang  pelit bicara.

Guru besar wartawan dan jurnalis senior H. Rosihan Anwar mengajari kami strategi wawancara. Wawancara itu modal dasar seorang pencari berita seperti wartawan. Ia harus bisa membuat nara sumber mau bicara.

Pak atau bang haji, begitu biasa Rosihan dipanggil di kalangan sesama wartawan senior, mengajari kami para peserta KLW  (Karya Latihan Wartawan) tingkat Nasional angkatan ke IX, tahun 1976 di Hotel Dirga Niaga Cipayung Bogor.

Menurut beliau wartawan harus punya strategi dalam mewawancarai seorang narasumber. Aspek psikologi sebaiknya digunakan.

Baca juga :   Pemkot Sungai Penuh & BKKBN RI gelar Audiensi Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Cari tahu, misalnya Nara sumber itu senang mancing, maka percakapan awal sebagai entry point adalah bicaralah soal memancing. Wartawan juga harus paham bebasan Jawa ” Jer Basuki mawa beya”. Peribahaa Jawa itu berarti, setiap rencana pekerjaan, apapun harus diperjuangkan, dan pasti berhubungan masalah biaya . Termasuk Strategi tadi. Dapat diharapkan sang Narsum akan senang bicara banyak , bahkan di luar materi yang kita tanyakan Sang Narsu bisa kesurupan kaya mobil blong rem.

Wartawan juga jangan menggurui Narsum. Sebaiknya, masih kata pak Haji ( begitu Rosihan Anwar biasa dipanggil sesama wartawan senior)

Mulailah dengan pertanyaan, bagaimana pendapat bapak soal ini, itu dan seterusnya.

Baca juga :   Bye-Bye Sage Green & Shimmer! Ini Dia 3 Tren Warna & Model Baju Lebaran 2026 yang Bakal Viral. Awas Kehabisan Stok!

Wartawan juga jangan menghukum publik. Misalnya dengan mengatakan seorang bapak tiri yang bejad atau tidak bermoral.

Bapak x itu sudah bejad menggauli anak tiri hingga hamil

Sebut saja, seorang bapak diamankan polisi kerena diduga menggauli anak tiri hingga hamil. Biarlah proses hukum nanti yang akan menentukan. Wartawan boleh memberitakan vonis hakim di pengadilan, tanpa membuat kalimat yang bersifat menghukum pelaku atau publik.

Jadilah wartawan hebat dengan rumus lima at yang sudah saya tulis. Untuk jadi wartawan hebat harus ada unsur ba(kat) min(at) semang(at), akal seh(at) dan sepasang kaki yang ku(at).***

Berita ini 110 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Jisoo BLACKPINK Bintangi Drama Netflix “Boyfriend on Demand”

Artikel

Game Horor Amenti Viral Usai Bikin iShowSpeed Teriak Kaget, Berani Coba?
Kumpulan Piano Sheet Roblox Terbaru Oktober 2025: Sampai Jadi Debu, Wildflower, Glimpse of Us

Artikel

Piano Roblox Sheet Lagu ‘Sampai Jadi Debu’ (dan Lagu Viral Lainnya!)

Artikel

Mengapa Aroma Hujan di Tanah Kering Begitu Khas dan Menenangkan? Ini Jawabannya

Artikel

CERITA TENTANG HAJI ENTIS, HAJI ENGKOS DAN HAJI WASJI
Mau Komisi Jutaan? Cara Daftar Shopee Affiliate 2025 Tanpa Minimal Followers

Artikel

Cuma Modal “Share Link” Bisa Dapat Gaji Jutaan? Ini Cara Daftar Shopee Affiliate Program 2026. Cocok Buat Pelajar & Ibu Rumah Tangga!

Artikel

IBADAH HAJI TEMPO DULU ANTARA HIDUP DAN MATI SERTA KEBENCIAN KAUM PENJAJAH

Artikel

Safwandi Tegaskan: Mendapo Sudah Ada Sebelum Kolonial Belanda, Bukan Produk Penjajahan