Koransakti.co.id- Waktu sekolah di kelas satu SR, tahun 1950, lagu itu sering kami nyanyikan.
Lagu Menanam jagung itu di ciptakan oleh ibu Sud pada jaman Jepang, kisaran tahun 1942-1945.
” Ayo kawan kita bersama
Menanam jagung di kebun kita
Ambil cangkulmu
Ambil pangkulmu
Menanam Jagung tak jemu-jemu”
Jagung sekarang menjadi komoditas di Indonesia bahkan di dunia.
Mulai di tanam masyarakat Mexico dan Amerika Tengah pada kisaran 10 ribu tahun lalu. Awalnya masyarakat benua Amerika itu memanfaatkan lahan jejukutan yang dalam istilah ilmu pengetahuan di sebut Zea Mays termasuk tanaman berbiji tunggal
Masuk ke Indonesia di perkirakan abad ke 16 dan menjadi bahan makanan kedua setelah padi. Bahkan ada beberapa daerah yang menjadikan jagung sebagai makanan pokok seperti Madura dan Nusa tenggara.
Bicara soal jagung saya lebih suka melihat kondisi komiditas itu di Tasikmalaya Selatan.
Di salah satu CDOB ( kabupaten Tasikmalaya Selatan) itu tanaman jagung sedang trend di lakukan masyarakat.
Tanaman berumpun itu tumbuh subur di kecamatan Bantar kalong, Cipatujah, Cikalong, Sakola dan Panca tengah. Produksinya mencapai 250 ton perbulan, sementara kebutuhan untuk industri dan pakan ternak (ayam) dan konsumsi makanan sekitar seribu ton dari Itu.
Pemerintah turun tangan dengan membantu kemudahan pupuk. Yang menarik di sana polisi ikut serta dalam rangka panen raya .
Ambil cangkulmu, ambil pangkulmu, menanam jagung tak jemu jemu.
Baca juga : Dukung Swasembada Pangan Wawako Azhar Hadiri Panen Jagung Di Sungai Ning














