koransakti.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mengejutkan berbalik arah dan ambruk pada awal sesi perdagangan kedua, Selasa (14/10/2025). Setelah sempat menguat di sesi pagi, indeks tiba-tiba anjlok 1,3% atau 106,56 poin ke level 8.120,64 pada pukul 13:42 WIB.
Koreksi tajam ini terjadi di tengah nilai transaksi yang sangat tinggi, mencapai Rp 17,88 triliun, dan didominasi oleh tekanan jual yang masif. Saham-saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama yang menyeret indeks ke zona merah.
Saham Grup Barito Jadi Biang Kerok
Berdasarkan data, empat saham utama milik Prajogo Pangestu menjadi kontributor terbesar penurunan IHSG pada sesi siang ini:
- Barito Pacific (BRPT): Anjlok 6,18% dan menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi minus 16,17 poin terhadap indeks.
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN): Menyeret IHSG sebanyak minus 9,06 poin.
- Barito Renewables Energy (BREN): Menyumbang minus 8,54 poin.
- Chandra Asri Pacific (TPIA): Berkontribusi negatif sebesar 5,64 poin.
Aksi jual masif pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar ini sontak memicu kepanikan di pasar dan menyebabkan IHSG kehilangan semua kenaikan yang diraihnya pada sesi pertama.
Sentimen Global Masih Membayangi
Pelemahan ini juga terjadi di tengah kewaspadaan pasar global setelah Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan ketegangan perang dagang dengan Tiongkok. Meskipun Trump sempat memberikan pernyataan yang sedikit meredakan tensi, investor tampaknya masih mengambil sikap hati-hati.
Ancaman tarif tambahan 100% dari AS dan potensi langkah balasan dari Tiongkok menciptakan ketidakpastian yang membayangi pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Meskipun IHSG sempat dibuka menguat, tekanan jual yang kuat di sesi kedua menunjukkan bahwa sentimen investor masih sangat rapuh.
Baca juga Kode Redeem FC Mobile 14 Oktober 2025: Belum Ada yang Baru? Coba Daftar Kode Ini! – Koran Sakti















