koransakti.co.id- Investasi emas fisik kini menjadi primadona di tengah fluktuasi ekonomi global. Sifatnya yang tahan terhadap inflasi menjadikan logam mulia ini pilihan aman untuk masa depan. Namun, tingginya minat masyarakat sering kali di manfaatkan oleh oknum nakal untuk menjual emas palsu.
Agar modal investasi Anda tidak melayang, Anda wajib memahami karakteristik fisik emas murni. Berikut adalah empat langkah praktis untuk menguji keaslian emas secara mandiri:
1. Uji Daya Tarik dengan Magnet
Emas murni tergolong sebagai logam non-magnetik. Artinya, emas asli tidak akan menunjukkan reaksi apa pun saat Anda mendekatkannya pada magnet yang kuat.
Sebaliknya, emas palsu biasanya mengandung campuran logam lain seperti besi, nikel, atau kobalt yang memiliki sifat magnetik. Jika logam mulia Anda menempel erat pada magnet, hampir bisa di pastikan barang tersebut adalah replika atau memiliki kadar campuran yang sangat tinggi.
2. Perhatikan Ketahanan Terhadap Korosi
Salah satu keunggulan utama emas adalah sifatnya yang sangat stabil. Emas murni tidak akan mengalami oksidasi atau berkarat meskipun terpapar udara dan air dalam waktu lama.
Anda bisa melakukan tes sederhana dengan menggosokkan emas ke permukaan kulit. Emas palsu yang hanya berupa lapisan (sepuhan) biasanya akan luntur, berubah warna, atau bahkan meninggalkan noda gelap pada kulit Anda seiring waktu akibat reaksi kimia dengan keringat.
3. Cium Aroma Logamnya
Emas asli tidak memiliki bau yang menyengat. Logam mulia ini tetap netral meskipun terkena air atau sering bersentuhan dengan kulit manusia.
Berbeda halnya dengan tembaga atau kuningan yang sering di gunakan sebagai bahan dasar emas palsu. Kedua logam tersebut akan mengeluarkan aroma amis yang khas atau bau karat yang tajam, terutama saat dalam kondisi lembap atau setelah di gosok.
4. Tes Tekstur dan Kelunakan
Secara alami, emas murni (24 karat) merupakan logam yang lunak dan mudah dibentuk. Itulah alasan mengapa emas murni jarang dijadikan perhiasan rumit tanpa campuran logam lain seperti perak atau platinum untuk memperkuat strukturnya.
Untuk menguji emas batangan, Anda bisa mencoba menekan atau menggigitnya secara perlahan. Emas murni biasanya akan meninggalkan bekas tekanan atau jejak gigitan yang halus. Jika permukaan emas terasa sangat keras dan tidak berbekas sama sekali, kemungkinan besar emas tersebut telah bercampur dengan banyak logam keras lainnya.***
Baca juga: Harga Emas Hari Ini, UBS Tembus Rp 3 Juta per Gram, Antam Menguat















