koransakti.co.id, Ternate– Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menuntaskan misi pencarian dua pendaki asal Singapura yang terjebak erupsi di Gunung Dukono, Halmahera Utara. Nahas, kedua warga negara asing (WNA) tersebut di temukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat di laporkan hilang akibat aktivitas vulkanik yang meningkat tajam.
Penemuan Korban di Medan Berat
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa petugas menemukan jasad kedua korban pada Minggu (10/5/2026) siang. Lokasi penemuan berada di titik koordinat $1^\circ 42′ 9.90″ \text{N} / 127^\circ 52′ 48.50″ \text{E}$, yang berjarak hanya belasan meter dari sumber sinyal darurat pertama.
Saat di temukan, kondisi korban sangat memprihatinkan. Iwan menjelaskan bahwa kedua pendaki yang di identifikasi bernama Heng dan Sha tersebut berada dalam posisi saling berpelukan di bawah himpitan batu besar. Di duga kuat, mereka tidak sempat menyelamatkan diri saat material erupsi menghantam area pendakian.
Proses Evakuasi yang Menantang
Meskipun menghadapi cuaca hujan ekstrem dan ancaman aktivitas vulkanik yang masih mengintai, tim evakuasi tetap bergerak cepat. Petugas membawa kantong jenazah menyusuri jalur terjal dari bibir kawah menuju posko induk di Desa Mamuya.
“Tim SAR gabungan bekerja tanpa lelah meski medan di lapangan sangat berisiko tinggi. Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat hingga korban berhasil dievakuasi,” ujar Iwan.
Operasi SAR Resmi Di tutup
Setelah menempuh perjalanan sulit, jenazah tiba di Desa Mamuya pada sore hari dan segera di larikan ke RSUD Tobelo untuk proses autopsi. Selain kedua WNA tersebut, seorang pendaki asal Indonesia bernama Angel juga di laporkan menjadi korban dalam insiden ini.
Keberhasilan evakuasi ini menandai berakhirnya operasi SAR di Gunung Dukono. Pihak Basarnas juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, BPBD, serta relawan setempat yang bahu-membahu dalam misi kemanusiaan ini. Sebelumnya, operasi pencarian bermula dari tertangkapnya sinyal darurat (SOS) melalui perangkat Garmin pada 8 Mei lalu. (red)
















