Home / Advetorial / Daerah / Dinamika

Senin, 28 Agustus 2023 - 07:14 WIB

Politisi Perempuan PAN Okta Kumala Dewi, Serukan Aktivitas Membaca Buku Untuk Mengisi Waktu

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Kota Tangsel – Bagi Politisi Perempuan PAN Okta Kumala Dewi, kebanyakan masyarakat masih memandang aktivitas membaca bukan secara sukarela untuk mengisi waktu (to full time). Akan tetapi kata Okta sapaan akrabnya, lebih banyak hanya sekadar menghabiskan waktu (to kill time).

Kata Bakal Calon Anggota Legeslatif (Bacaleg) PAN Dapil Banten 3 (Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang) ini, kegiatan membaca belum ditumbuhkan sebagai kebiasaan, melainkan hanya aktivitas iseng semata.

”Padahal, membangun masyarakat membaca (reading society) merupakan salah satu cara mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia sehingga cerdas beradaptasi atas kemajuan yang terus terjadi saat ini,” ujar Okta Kumala Dewi, sosok perempuan pengusaha menjadi pembicara Gebyar Perpustakaan di Perpustakaan Tangerang Selatan, Kamis 24 Agustus 2023.

Gebyar Perpustakaan dibuka langsung Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan dan mensosialisasikan Perpustakaan Tangsel. Sejumlah narasumber hadir ikut membuka acara tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Tangsel Toto. Menurut Okta, menanamkan budaya literasi di Indonesia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hasil survei UNESCO pada tahun 2019 membuktikan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya mencapai 0,001%.

Baca juga :   800 Personel Tim Gabungan Polri Kawal Mayday 2025 di Malang

“Artinya, hanya terdapat satu orang saja yang berminat literasi dalam 1.000 orang. Hal itu berarti di antara 250 juta rakyat Indonesia, hanya 250 ribu jiwa yang mempunyai minat literasi,” katanya.

Beberapa faktor lain yang menyebabkan budaya literasi pada masyarakat Indonesia masih rendah adalah penggunaan teknologi informasi elektronik yang lebih canggih. Sehingga, buku tidak lagi menjadi media utama mendapatkan informasi yang diharapkan.

Adanya teknologi informasi seperti mesin pencari Google, Yahoo, semakin membuat manusia melupakan keberadaan buku. Situs mesin pencari dianggap lebih mudah dan praktis sehingga melunturkan minat literasi masyarakat dan beralih menggunakan teknologi yang serba instan dan cepat.

Baca juga :   Dua Artis Sinetron dan Ketum Partai UKM Indonesia Ucapkan Selamat Ultah ke 30 Fera Frawati 'Vero'

Kehadiran perpustakaan di Tangsel sebenarnya menjadi sarana meningkatkan gemar membaca di kalangan anak-anak termasuk generasi muda.

“Infrastruktur yang tersedia pun sudah mumpuni untuk mendukung kegiatan literasi. Apalagi dengan dukungan koleksi ribuan buku,” ujar Okta.

Untuk mendukung supaya perpustakaan ini dikunjungi dan menjadi tempat mengisi waktu harus banyak kegiatan-kegiatan yang mengundang anak-anak, pelajar, dan mahasiswa untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat nongkrong atau berkumpul.

“Berdiskusi soal apa saja sehingga anak-anak, pelajar, dan mahasiswa menjadikan perpustakaan sebagai tempat berinteraksi,” pungkasnya.

Gebyar Perpustakaan yang berlangsung 24-25 Agustus 2023 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan untuk mempromosikan perpustakaan.

Mulai dari lomba mewarnai ibu dan anak, tari saman, lomba paduan suara hingga lomba di Instagram dan TikTok untuk kalangan anak muda. (red)

Berita ini 155 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Penutupan Acara Jambore PKK dan HKG Ke 52 Kota Sungai Penuh Berlangsung Sukses

Advetorial

Walikota Sungai Penuh Membuka Sosialisasi SIPD RI 

Kerinci

dr. H. Syafrial dan Abdul Harpan Resmi Pimpin RSUD Bukit Kerman dan RSUD Kerinci

Advetorial

Pelantikan Ketua dan Pengurus Apdesi Kota Sungai Penuh

Advetorial

Safrizal: Tata Ulang Lapak Pedagang Demi Wajah Kota Tertib, Bersih, dan Nyaman

Advetorial

TNI Peduli, Dandim 0417/Kerinci Kunjungi Rumah Warga

Advetorial

Dinas LH Mengadakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik

Advetorial

17 Kepala Desa Terpilih Periode 2023-2029 Dilantik