Home / Nasional / Pemerintahan / Politik

Rabu, 13 Agustus 2025 - 17:52 WIB

DPRD Pati Bentuk Pansus Pemakzulan Bupati Sudewo

koransakti - Penulis

Kericuhan Aksi Demo Bupati Pati. Rabu (13/08) Dian Utaro Aji/ Detik Jateng

Kericuhan Aksi Demo Bupati Pati. Rabu (13/08) Dian Utaro Aji/ Detik Jateng

Pansus Pemakzulan Bupati Pati resmi dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna pada Rabu (13/8) setelah kericuhan yang terjadi saat aksi demonstrasi di depan gedung DPRD.

Aksi protes yang berlangsung siang itu sempat memanas. Massa yang menuntut Bupati Sudewo mundur berhasil masuk ke dalam gedung DPRD. Setelah situasi terkendali, para anggota dewan melakukan pembahasan dan menyepakati penggunaan hak angket sebagai langkah awal investigasi terhadap kebijakan bupati.

Baca juga :   DPRD Sungai Penuh Ikuti Rakor Mendagri Secara Zoom Meeting

Ketua Fraksi PKS, Narso, menjelaskan bahwa alasan pengajuan pemakzulan meliputi polemik pengisian jabatan direktur RSUD Soewondo serta pergeseran anggaran tahun 2025. Sejalan dengan itu, Anggota DPRD dari Partai Demokrat, Joni Kurnianto, menilai bupati telah melanggar sumpah jabatan dan memicu kegaduhan di masyarakat.

Dari Fraksi Gerindra, Yeti menegaskan pentingnya hak angket untuk memastikan transparansi pemerintahan dan menjaga kondusivitas daerah. Sementara itu, Mahdun dari Fraksi PKB menyoroti kebijakan kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang sempat diberlakukan meskipun akhirnya dibatalkan. Menurutnya, kebijakan tersebut menimbulkan keresahan dan menjadi salah satu pemicu ketegangan di masyarakat.

Baca juga :   Wabup Murison Dorong Percepatan Pendirian Koperasi Merah Putih 

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudi, yang memimpin rapat paripurna, menetapkan pembentukan pansus untuk mengusut kebijakan-kebijakan bupati lebih lanjut. Pansus ini akan memproses temuan dan rekomendasi sebelum mengambil langkah politik berikutnya.

Gelombang protes terhadap Bupati Sudewo sendiri bermula dari kebijakan kenaikan PBB hingga 250 persen, yang kemudian menuai penolakan luas dan memicu aksi besar-besaran di Kabupaten Pati.

Berita ini 51 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

HUT RI Ke-78, DPC Partai Demokrat Kota Sungai Penuh Sumbang Hadiah Perlombaan

Kebijakan

Ketika Loyalitas Tak Diakui: Diskriminasi Administratif dalam Reformasi ASN
Drama 5 Gol di GBLA: Persib Bandung Bungkam Bali United 3-2 dan Perlebar Jarak di Puncak Klasemen

Nasional

Persib Bandung Bungkam Bali United 3-2 dan Perlebar Jarak di Puncak Klasemen

Daerah

Realisasi Program KB di Padang Pariaman Lebihi Target, tapi Terkendala Tenaga Medis

Ekonomi

Update Harga BBM Pertamina 18 April 2026: Harga Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak Tajam Akibat Konflik Timur Tengah

Jakarta

Cara Cek Bansos 2025, Pemerintah Gunakan DTKS Terbaru Agar Penyaluran Lebih Tepat Sasaran

Daerah

Zarman Ependi Himbau Masyarakat Waspada terhadap Penyebaran Covid-19

Jakarta

Presidium PNI Dukung upaya Pemerintah Ciptakan Situasi yang Kondusif, dan Terkendali