Home / Bisnis / Ekonomi / Perdagangan

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:42 WIB

Harga Emas Dunia Meroket, Saham Entitas MDKA Menguat

koransakti - Penulis

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 75?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 75?

koransakti.co.id, Jakarta – Kinerja saham emiten emas terus menguat sepanjang tahun 2025. Prospek saham ini terus meningkat seiring tingginya minat dunia terhadap emas sebagai aset investasi paling aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Berdasarkan data Reuters, harga emas dunia di pasar spot mencapai US$ 3.851,99 per ons. Sementara berdasarkan data di situ Logam Mulia hari ini, Jumat (3/10/2025), harga emas Antam mencapai Rp 2.235.000 per gram.

Dalam perdagangan sebulan terakhir, harga emas Antam tercatat naik dari posisi Rp 2.044.000 per gram. Pergerakan harga emas pun mengiringi penguatan saham industri terkait.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam misalnya, bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Holding MIND ID ini menguat 1,61% ke harga Rp 3.160 per lembar saham.

Saham Antam menguat secara year-to-date (ytd) atau sepanjang tahun berjalan, yakni sebesar 107,21%. Sepanjang tahun ini, saham Antam bergerak dari harga Rp 1.355 ke Rp 3.160 per lembar saham..

Antam juga mencatat tren beli bersih investor asing atau net foreign buy sepanjang tahun ini mencapai Rp 5,32 triliun. Meski begitu, Antam mencatat aksi jual bersih atau net foreign sell pada perdagangan Kamis (2/10/2025) sebesar Rp 149,30 miliar.

Nasib baik juga menyertai saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), yang tercatat terus melonjak sejak penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Diketahui, saham EMAS menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada kiprah perdananya Selasa, (23/9/2025).

Kala itu, EMAS menguat 25% ke level Rp 3.600 per lembar saham. Kemudian, saham entitas anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini terus menguat hingga perdagangan hari ini, Kamis (2/10/2025).

Meski begitu, EMAS melemah tipis pada awal perdagangan hari ini sebesar 1,29% ke harga Rp 4.600 per lembar saham. Namun begitu, tren positif masih ia catatkan dengan kenaikan sepanjang melantai di perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 36,90%.

Baca juga :   Memperingati 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika, 14 Duta Besar Afrika Berkunjung Ke Bandung

Pergerakan harga saham EMAS naik, di mana sejak awal perdana melantai berada di level Rp 3.340 per lembar saham. Hari ini harga saham tersebut naik dengan tren net foreign buy Rp 3,22 triliun sejak pertama kali IPO.

Perusahaan sendiri baru saja mengumumkan penambangan pertama atau first mining di Tambang Emas Pani. “First mining adalah tonggak penting bagi MGR, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P Abidin.

“Fase yang menandai di mulainya kegiatan penambangan yang dalam waktu dekat di ikuti dengan fase pelindian, pengolahan, dan produksi emas,” tambahnya.

Diketahui, Tambang Emas Pani terletak di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo ini memiliki potensi lebih dari 7 juta ounces emas dengan umur multidekade.

Baca juga :   Tren "Home Cinema" & Karaokean Lagi Hype! Punya Proyektor Nganggur? Sewain Aja Buat Malam Tahun Baru, Sehari Cuan 150 Ribu!

Pada tahap awal, perseroan menggunakan metode pengolahan pelindian atau heap leach dengan kapasitas 7 juta ton bijih per tahun, menargetkan produksi sekitar 140.000ounces emas per tahun. Kemudian, Merdeka Gold akan membangun fasilitas pengolahan carbon-in-leach (CIL) dengan kapasitas awal 7,5 juta ton bijih per tahun, yang akan di ekspansi menjadi 12 juta ton bijih pada 2030.

Saat kedua fasilitas beroperasi penuh, terang Boyke, gabungan kapasitasheap leachdan CIL berpotensi naik mencapai 19 juta ton bijih per tahun, dengan potensi produksi puncak hingga 500.000ouncesemas per tahun.

Produksi emas pertama dariheap leachditargetkan tercapai pada kuartal I 2026.

Selain mengerek harga saham perusahaan pemilik tambang, harga emas yang terus meningkat juga turut menjadi katalis positif untuk emiten produsen perhiasan emas, yakni PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Meski pada perdagangan hari ini melemah 2,09% ke harga Rp 935 per lembar saham, HRTA menguat signifikan sepanjang tahun 2025.

Secara ytd, saham HRTA menguat 164,12%. Harga saham ini perseroan bergerak dari Rp 312 ke Rp 935 per lembar. Perseroan juga mencatat tren net foreign buy sebesar Rp 129,41 miliar sepanjang tahun 2025.

 

 

Berita ini 80 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bisnis

Harga CPO Sumbar Periode Akhir September 2025 Ditetapkan Rp 14.453 per Kg

Jakarta

Aturan Ganjil Genap Jakarta 25 Maret 2026 Berlaku Lagi, Pengendara Wajib Sesuaikan Pelat Nomor

Ekonomi

Pemerintah Gelontorkan KUR Rp 50 T ke Peternak Ayam

Ekonomi

Update Harga BBM Pertamina 18 April 2026: Harga Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak Tajam Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis

Menakar Masa Depan Ekonomi Kerinci 2026: Strategi UMKM dan Akselerasi Literasi Keuangan Digital

Bandung

PTPN 1 Meluncurkan Ekspor Perdana Teh Premium Malabar Pangalengan
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Bisnis

IHSG Sesi I Melemah ke 8.208, Sektor Properti dan Industri Justru Melawan Arus

Ekonomi

Prof. Dr. Muhammad M Said Resmi Menjabat WAKOTAP KADIN Indonesia untuk Ekonomi Syariah