Home / Daerah / Sungai Penuh

Kamis, 4 Agustus 2022 - 21:39 WIB

Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci Bantah Adanya Praktik Calo Pembuatan Paspor

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id, Sungai Penuh – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci membantah adanya dugaan praktik percaloan pembuatan paspor di Unit Layanan Paspor (ULP) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci.

Diketahui bahwa, Pengurusan paspor di Kantor imigrasi kerinci sudah sesuai dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yakni untuk pembuatan Paspor Baru dan Penggantian sebesar Rp. 350.000 namun ada tambahan 1 juta rupiah jika ada masyarakat yang ingin melakukan percepatan masa jadi paspor satu hari siap.

Muhammad Rizki Hidayat, Kasubsi Tekhnolgi informasi, intelijen dan penindakan keimigrasian saat dikonfirmasi membantah tentang adanya praktik calo di kantor imigrasi kerinci, dijelaskannya justru kantor imigrasi kerinci selalu mensosialisasikan tindakan-tindakan pencegahan agar masyarakat tidak dirugikan dalam pembuatan paspor.

Baca juga :   Alat Berat PUPR Kerahkan Normalisasi Sungai Batang Merao

“Terkait dengan pemberitaan bahwa dikantor imigrasi banyak bergentayangan calo hal ini tidak benar dikarenakan Imigrasi kerinci selalu memberikan sosialisasi dan tindakan-tindakan pencegahan agar masyarakat tidak melakukan pembuatan Paspor dengan pihak-pihak yang bisa merugikan masyarakat dan merusak citra kantor imigrasi kerinci” jelas rizki

Muhammad Rizki Hidayat juga menegaskan bahwa pembayaran pembuatan paspor disetor langsung ke bank atau kantor pos

“semua pembayaran tersebut disetorkan langsung ke Bank persepsi atau kantor pos. Sedangkan cara untuk melakukan pembuatan Paspor dilakukan dengan Aplikasi M Paspor dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dan untuk menghindari Calo yang sangat merugikan masyarakat” tegas rizki

Diketahui bahwa, besaran pembayaran pembuatan paspor lewat M-Paspor ada tarifnya. Sejak penerapan aplikasi pendaftaran paspor online hingga transformasi sistem ke aplikasi M-Paspor, tarifnya tidak terdapat perubahan. Nilai yang dibayarkan pemohon tetap sama dan semua masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca juga :   Hadiri Halal Bihalal, Monadi : Muhammadiyah Memiliki Peran Besar Dalam Membangun Kerinci

Tentang adanya dugaan pembuatan paspor hingga mencapai 5 juta rupiah, dirinya menjelaskan bahwa calonya berada di lingkungan masyarakat dan biaya 5 juta rupiah itu merupakan paket dari pembuatan paspor, perjalanan travel, penginapan dan lain-lain.

Imigrasi Kelas II Nin TPI Kerinci sudah memberikan kanal pengaduan layanan yang dapat menyampaikan segala keluhan si pemohon M-Paspor.

“Jadi, dugaan praktik percaloan atau maladministrasi dan dugaan diskriminasi layanan di Unit Layanan Paspor (ULP)  tidak benar. Tidak ada diskriminasi layanan di ULP Imigrasi Kerinci, baik untuk perempuan dan laki-laki” pungkas rizki. (Pro)

Berita ini 261 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Kiprah PT. CGC  Dalam  Upaya Meningkatkan Kesejateraan Petani Kulit Manis

Daerah

Lansia Hilang di Hutan Tebo Ditemukan Selamat, Operasi SAR Resmi Ditutup

Advetorial

Wawako Antos Hadiri Pembukaan Kerintji Mountain Bike Gran Fondo 2022

Advetorial

Tangani Masalah Persampahan, Pemkot Pacu Percepatan Penyelesaian TPS3R

Dinamika

Gawat !!! Diduga Seleksi Pembentukan Panwaslu Kecamatan Kabupaten Kerinci Berbau Persekongkolan 

Advetorial

Wako Alfin Pimpin Rapat Evalusi Aksi Cepat Kota Sungai Penuh Juara

Pemerintahan

Wako Ahmadi Zubir Terkesan Arogan, ASN Tak Mendukung Program Disbudpar akan Ditunda Pencairan TPP

Tebo

Tim Wasev TMMD Ke-123 Tinjau Progres Pembangunan di Teluk Kuali dan Malako Intan