Home / Daerah

Sabtu, 22 Maret 2025 - 16:43 WIB

Implementasi Ekosistem Ekonomi Syariah untuk Mengatasi Kemiskinan Ekstrem: Relief Islami Indonesia dan Pemprov NTB Satukan Visi

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Mataram- 19-20 Maret 2025 Yayasan Relief Islami Indonesia (YRII) atau Islamic Relief Indonesia mengadakan dialog produktif dan audiensi strategis bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB. Kegiatan ini dihadiri oleh CEO Islamic Relief, Nanang Subana Dirja; Ketua Dewan Pengawas Syariah, Prof. Dr. Muhammad M Said, Ketua Dewan Pembina, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan; serta jajaran pegawai RII Sekretariat NTB.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam menyatukan visi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di NTB melalui penguatan ekosistem ekonomi Islam yang inklusif dan berkelanjutan. Diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban, menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam membangun sinergi strategis demi kemaslahatan masyarakat NTB.

CEO Islamic Relief, Nanang Subana Dirja, menyampaikan bahwa Islamic Relief berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi akar persoalan sosial, termasuk kemiskinan, pendidikan, perubahan iklim, dan akses perumahan yang layak. “Kami berharap kemitraan ini menjadi model kolaborasi yang berdampak nyata dan luas,” ujarnya.

Baca juga :   Bupati Kerinci Adirozal Tandatangani Deklarasi Perang Melawan Narkoba

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Islamic Relief Indonesia, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menegaskan pentingnya pendekatan multidimensi dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem. “Islamic Relief bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi hadir sebagai mitra transformasi sosial-ekonomi dengan fondasi nilai-nilai Islam dan prinsip pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengawas Syariah, Prof. Dr. Muhammad M Said, yang juga Guru Besar Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengusulkan penerapan pendekatan Graduasi berbasis ekonomi Islam. Pendekatan ini terdiri dari lima tahapan: identifikasi kebutuhan dasar, pemberdayaan ekonomi syariah melalui pembiayaan tanpa riba, pelatihan dan literasi keuangan berbasis nilai-nilai Islam, digitalisasi UMKM halal, dan pencapaian kemandirian ekonomi. “Model ini tidak hanya mengeluarkan masyarakat dari garis kemiskinan, tetapi mendorong mereka menjadi pelaku ekonomi syariah yang mandiri dan bahkan berkontribusi sebagai muzakki,” jelasnya.

Baca juga :   Wawako Azhar Lepas 93 JCH Kota Sungai Penuh

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menyambut baik inisiatif yang ditawarkan oleh Islamic Relief. Ia menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah. “Pemprov NTB tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi seperti ini adalah kunci dalam membangun NTB yang lebih inklusif, sejahtera, dan mendunia,” tegasnya. Ke depan, Pemprov NTB dan YRII berkomitmen menindaklanjuti pertemuan ini melalui rencana aksi kolaboratif yang berfokus pada dampak nyata di masyarakat, demi mewujudkan NTB yang bebas dari kemiskinan ekstrem dengan pendekatan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.**

Berita ini 73 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pemkot Sungai Penuh Gelar Malam Resepsi Kenegaraan HUT RI Ke- 79

Advetorial

Ikut Donor Darah, Monadi : Donor Darah adalah Gerakan yang Mulia
Hardiknas 2026, Kepsek SMKN 2 Sungai Penuh Ajak Perkuat Partisipasi Pendidikan

Pendidikan

Hardiknas 2026, Kepsek SMKN 2 Sungai Penuh Ajak Perkuat Partisipasi Pendidikan

Dinamika

Istri Anggota DPRD Kerinci Aniaya Warga, Tuntutan Jaksa Terlalu Rendah

Kerinci

Dugaan Money Politik dalam Pilkades Pungut Mudik, Tim Sukses Cakades Ditahan Polisi

Advetorial

Pemkot Sungai Penuh Peringati HUT Provinsi Jambi Ke – 66

Jambi

Mudik Gratis 2026 Resmi Dilepas di Terminal Alam Barajo, Polda Jambi Pastikan Perjalanan Aman

Kesehatan

Wabup Junaidi Pimpin Rapat Evaluasi Kenaikan Stunting 2025