JAKARTA (KORANSAKTI) – Indonesia kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberangkatkan 10 truk bantuan yang berisi sekitar 15.000 paket kebutuhan pokok. Bantuan ini merupakan donasi dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Mesir.
Dalam keterangannya pada hari Rabu (3/9/2025), Baznas menyatakan pengiriman ini adalah wujud solidaritas dan amanah dari rakyat Indonesia untuk meringankan penderitaan warga Gaza yang menghadapi blokade.
Amanah Rakyat Indonesia untuk Palestina
Ketua Baznas, Noor Achmad, mengatakan bahwa upaya bantuan ini adalah mandat yang dijalankan Baznas. Dana sepenuhnya berasal dari zakat, infak, sedekah, dan donasi lainnya dari masyarakat Indonesia.
“Alhamdulillah, kami dapat mengirimkan 15.000 paket bantuan bekerja sama dengan Mish Al Kheir (yayasan di Mesir),” kata Noor Achmad. “Semoga pengiriman tidak mengalami kendala dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” tambahnya.
Ia menegaskan tekad Baznas untuk memastikan bantuan dari masyarakat Indonesia benar-benar sampai kepada yang membutuhkan di Palestina.
Pengiriman Bertahap Melalui Jalur Rafah
Proses pengiriman 10 truk ini dilakukan secara bertahap. Lima truk pertama berangkat dari Kairo pada 19 Agustus, disusul lima truk berikutnya pada 28 Agustus lalu.
Direktur Pengumpulan Baznas, Faisal Qosim, menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi erat dengan Kedutaan Besar RI di Kairo. Pengawasan dilakukan hingga konvoi mencapai Terowongan Ahmad Hamdi, yang merupakan titik awal menuju Rafah.
“Titik ini menandai dimulainya zona merah, di mana tidak ada yang bisa masuk tanpa izin,” jelas Faisal.
Bergabung dengan Konvoi Kemanusiaan Raksasa
Faisal menambahkan, 10 truk dari Indonesia ini tidak berjalan sendiri. Truk-truk tersebut akan bergabung dengan konvoi kemanusiaan nasional yang jauh lebih besar. Konvoi ini dikoordinasikan oleh Kementerian Solidaritas Sosial Mesir dan melibatkan sekitar 5.000 truk bantuan.
Langkah ini menunjukkan upaya kolaboratif berskala besar untuk menembus blokade dan menyalurkan bantuan bagi warga sipil di Gaza yang sangat membutuhkan.















