koransakti.co.id – Sebuah laporan global terbaru yang dirilis bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF memperingatkan bahwa miliaran orang di seluruh dunia masih menerima perawatan di fasilitas kesehatan (faskes) yang tidak memiliki layanan paling dasar sekalipun, seperti air bersih, sanitasi layak, dan listrik yang andal.
Meskipun laporan ini mencatat adanya upaya besar dari lebih dari 100 negara untuk melakukan perbaikan, percepatan investasi yang signifikan sangat dibutuhkan untuk mencapai target global pada tahun 2030.
Angka yang Mengkhawatirkan
Laporan bertajuk “Essential Services for Quality Care” ini memaparkan data yang mengejutkan mengenai kondisi faskes secara global pada tahun 2023:
- Air Bersih: 1,1 miliar orang dilayani oleh faskes yang kekurangan layanan air dasar.
- Sanitasi: 3 miliar orang dilayani oleh faskes yang kekurangan layanan sanitasi dasar.
- Kebersihan: 1,7 miliar orang dilayani oleh faskes yang kekurangan layanan kebersihan dasar (cuci tangan).
- Pengelolaan Limbah: 2,8 miliar orang dilayani oleh faskes tanpa layanan pengelolaan limbah dasar.
- Listrik: Hampir 1 miliar orang bergantung pada faskes yang tidak memiliki listrik sama sekali (433 juta) atau pasokan listriknya tidak dapat diandalkan (478 juta).
Komitmen Meningkat, tapi Pendanaan Jadi Kendala
Laporan ini juga menemukan adanya sisi positif, yaitu meningkatnya komitmen dari negara-negara di dunia. Pada tahun 2025, sebanyak 101 negara telah menyediakan data tervalidasi mengenai kondisi ini, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 47 negara pada tahun 2020.
Lebih dari 80% negara juga telah menerapkan setidaknya satu tindakan nasional, seperti membuat standar atau mengembangkan peta jalan perbaikan. Namun, kendala terbesar tetap pada pendanaan. “Meskipun lebih dari separuh negara telah menyetujui rencana nasional, hanya satu dari lima negara yang melaporkan memiliki pembiayaan khusus yang memadai untuk melaksanakannya,” tulis laporan tersebut.
Mengancam Keselamatan Pasien dan Tenaga Kesehatan
Dr. Ruediger Krech dari WHO menegaskan bahwa kondisi ini sangat membahayakan. “Tanpa air, sanitasi, kebersihan, pengelolaan limbah, dan listrik yang andal, tenaga kesehatan tidak dapat mencegah infeksi atau memberikan layanan esensial, sehingga membahayakan jutaan nyawa,” ujarnya.
Laporan ini diakhiri dengan seruan mendesak kepada pemerintah dan mitra global untuk segera meningkatkan investasi guna memastikan setiap fasilitas kesehatan di dunia dapat menyediakan perawatan yang aman, berkualitas, dan bermartabat.














