koransakti.co.id- Konferensi Meja bundar adalah upaya habis habisan Indonesia melalui jalur diplomasi untk memperoleh kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka.
Sebelum sampai ke KMB di Denhag 1949, ada beberapa konferensi sebagai pendahuluan.
Linggar jati di Kuningan Jawa Barat (1946) Renville di atas kapal perang Belanda yang sedang sandar di Tanjung Priok (1948), Room van Royen (Roijen) 1949.
Melalui konferensi itu di sepakati penyelenggaran Konferensi Meja bundar di Den Haag Belanda akhir 1949.
Kesepakatan yang di capai dalam KMB antara lain:
Belanda bersedia mengakui dan menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia atas wilayah Jawa, Madura dan Sumatera
Indonesia bersedia membayar utang Belanda kepada sekutu (Amerika dan Inggris) sebesar 5 juta gulden.
Indonesia berjanji tidak akan menasionalisasi Perusahaan asing terutama Belanda dan Amerika.
Belanda berjanji/setuju membicarakan soal Irian Barat setahun kemudian. Tapi apa yang terjadi ? Belanda tidak menaati persetujuan tentang Irian Barat itu.
Wilayah Kepala burung itu tetap di dudukinya dan tidak di serahkan kepada Indonesia.
Giliran Indonesia bertindak. Presiden Sukarno menyatakannya membatalkan membayar utang Belanda yen 5 juta gulden itu. Seraya melakukan nasionalisasi perusahaan asing termasuk perusahaan Belanda.
Seraya pula di dirikan perusahan perkebunan? PPN di seluruh Indonesia. Soal Irian Barat Indonesia terpaksa angkat Senjata. Di bentuk operasi Trikora Mayjen Suharto di tunjuk sebagai panglima operasi berkedudukan di Makasar.














