Home / Internasional / Militer

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:04 WIB

Kim Jong Un Gelar Upacara untuk Tentara Korut yang Tewas Berperang Membela Rusia

koransakti - Penulis

North Korea's leader, Kim Jong Un met with bereaved families of soldiers who died in Ukraine (BBC News)

North Korea's leader, Kim Jong Un met with bereaved families of soldiers who died in Ukraine (BBC News)

PYONGYANG, KOREA UTARA – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menggelar sebuah upacara khusus pada hari Jumat (29/8/2025). Ia bertemu langsung dengan keluarga para tentara yang tewas saat berperang untuk Rusia di Ukraina. Media pemerintah Korut melaporkan acara duka ini pada hari Sabtu (30/8).

Acara ini secara terbuka mengonfirmasi kerugian jiwa yang dialami Korea Utara. Negara itu diketahui mengirimkan ribuan pasukannya untuk membantu invasi Rusia ke Ukraina. Upacara ini adalah yang kedua kalinya diadakan dalam sepekan terakhir.

Janji Kim dan Penghormatan bagi ‘Pahlawan’

Dalam upacara tersebut, Kim Jong Un terlihat menghibur keluarga yang berduka. Ia mengekspresikan “belasungkawa yang mendalam”. Ia juga menyerahkan potret para prajurit yang gugur, terbungkus bendera Korea Utara.

Baca juga :   Partai Pro-Uni Eropa Menang Telak di Pemilu Moldova di Tengah Tuduhan Intervensi Rusia

“Saya dipenuhi kesedihan karena gagal membawa para prajurit kembali hidup-hidup,” kata Kim seperti dilaporkan media pemerintah.

Kim berjanji akan membangun sebuah monumen untuk menghormati mereka. Ia juga bersumpah bahwa negara akan merawat anak-anak dari para prajurit yang tewas tersebut.

Ribuan Tentara Dikirim ke Medan Perang

Korea Utara secara resmi mengakui peran militernya dalam konflik ini pada bulan April lalu. Pihak Korea Selatan memperkirakan Pyongyang telah mengirim sekitar 15.000 tentara ke Ukraina.

Sebagai imbalannya, Korea Utara diyakini menerima bantuan pangan, uang, dan bantuan teknis dari Rusia. Namun, pengiriman pasukan ini memakan korban yang tidak sedikit. Pejabat Barat memperkirakan jumlah korban tewas dari pihak Korut mencapai ratusan, bahkan mungkin ribuan prajurit.

Baca juga :   Mogok Massal Pramugari Air Canada Berlanjut, Ribuan Penumpang Terlantar di Bandara Toronto

Kerja Sama Pyongyang dan Moskow Semakin Erat

Upacara ini menegaskan aliansi yang semakin erat antara Korea Utara dan Rusia. Kedua pemimpin, Kim Jong Un dan Vladimir Putin, dijadwalkan akan bertemu di Tiongkok minggu depan. Pertemuan itu akan menjadi yang ketiga bagi mereka dalam dua tahun terakhir.

Rusia dan Korea Utara juga sedang dalam proses meratifikasi pakta militer. Pakta tersebut berisi janji bahwa kedua negara akan saling membantu jika salah satu pihak menghadapi “agresi” dari luar.

Bagi militer Korea Utara, perang di Ukraina menjadi pengalaman tempur modern pertama mereka di luar negeri. Hal ini dipandang dapat meningkatkan kapabilitas tempur pasukan mereka secara signifikan.

Berita ini 47 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Ratusan Jenderal AS Dipanggil ke Pertemuan Misterius, Spekulasi Pemecatan Massal Beredar

Internasional

Perkokoh Sinergi Pertahanan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin Lakukan Kunjungan  ke Papua Nugini
Dilema Pemain Naturalisasi: Menguak Aturan Ketat Pemain Asing di Liga Elit Eropa

Internasional

Dilema Pemain Naturalisasi: Menguak Aturan Ketat Pemain Asing di Liga Elit Eropa

Agama

Teror Kepala Babi di Masjid-masjid Paris, Prancis Curigai Intervensi Rusia

Internasional

Militer Myanmar Jatuhkan Bom dari Paraglider ke Festival, 24 Orang Tewas

Internasional

“Padi Air Laut: Inovasi Tiongkok untuk Atasi Krisis Pangan Dunia”

Hukum

Mantan Direktur FBI James Comey Didakwa Berbohong kepada Kongres, Sebut Ini ‘Harga Melawan Trump’

Internasional

GWM Siapkan Supercar Hybrid 1.000 HP Penantang Ferrari SF90, Harga Setengahnya!