koransakti.co.id, Sungai Penuh- Budidaya ikan lele kini menjadi salah satu sektor yang menjanjikan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat, salah satunya di buktikan oleh Kelompok Tani (Koptan) Bukit Tiong di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.
Saat ditemui di lokasi pembibitan, Kamis (25/9), Ketua Koptan Bukit Tiong, Yelvi Indra, menyampaikan bahwa kelompoknya fokus pada usaha pembibitan sekaligus pembesaran ikan lele. Dengan 15 kolam permanen yang telah tersedia, Koptan menyediakan bibit dengan berbagai ukuran mulai dari 35, 46, 78, hingga 912.
Soal harga, mereka menawarkan harga kompetitif, mulai dari Rp350 per ekor untuk benih kecil dan Rp18.000 per kilogram untuk ikan konsumsi dengan rata-rata tujuh sampai delapan ekor per kilogram. Harga ini terbilang murah jika melihat kualitas dan kuantitas hasil budidaya mereka.
“Harga ini terbilang murah sesuai dengan kualitas bibit ikan lele. Kami tidak hanya menjual di lokasi, tapi juga langsung menyediakan layanan pengantaran ke alamat pembeli baik pelanggan dari Kota Sungai Penuh hingga Kabupaten Kerinci. ” ujarnya
Yelvi menegaskan prospek usaha budidaya lele, khususnya pembibitan, sangat cerah. Dengan indukan berkualitas, kelompok ini mampu menghasilkan puluhan ribu bibit setiap periode penetasan dengan bibit sehat dan siap dibesarkan. Saat ini, stok bibit lele mencapai 125 ribu ekor, menjadikan Koptan Bukit Tiong salah satu pemasok utama di wilayah Sungai Penuh dan sekitarnya.
Dengan kualitas yang terjamin, harga bersaing, dan stok melimpah, lele hasil budidaya Koptan Bukit Tiong menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan lele.
Untuk pemesanan atau kerja sama dengan BUMDes, kontak Yelvi di nomor 082214580193, Koptan Bukit Tiong, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.
(EMI)















