koransakti.co.id, Jakarta- Tekanan fiskal berat tengah melanda ratusan Pemerintah Daerah (Pemda) di Indonesia. Imbas penyesuaian anggaran Transfer ke Daerah (TKD), banyak wilayah mulai kelimpungan memenuhi hak dasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Menanggapi situasi kritis ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah pusat siap turun tangan menyuntikkan dana tambahan bagi daerah yang terdampak.
Kementerian Keuangan kini telah memetakan sekitar 490 daerah yang mengalami defisit anggaran belanja pegawai. Namun, eksekusi penyaluran dana penyelamat ini masih menunggu sinyal hijau dari Presiden Prabowo Subianto. Langkah darurat ini menjadi sarana vital agar Pemda tidak kehabisan dana saat membayar gaji minimum para pegawai.
Di sisi lain, beberapa daerah memilih mengambil kebijakan ekstrem demi bertahan. Pemprov Maluku Utara, misalnya, resmi memangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga 20 persen bagi pejabat eselon I–IV dan 10 persen bagi staf PNS serta PPPK. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjelaskan bahwa pemotongan ini terpaksa dilakukan guna menjaga kelangsungan APBD pascamembengkaknya beban belanja pegawai, sekaligus mendorong efisiensi dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Proyek LRT Jakarta Velodrome–Manggarai Capai 96,7%, Siap Beroperasi Agustus 2026
Sementara masalah anggaran daerah tengah dicari solusinya, kabar positif datang dari sektor transportasi publik ibu kota. Proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai menunjukkan kemajuan pesat. Memasuki pekan ketiga Juli 2026, pengerjaan konstruksinya telah menembus angka 96,77 persen.
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) optimis jalur ini siap melayani penumpang secara penuh pada Agustus 2026. Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengungkapkan bahwa timnya sedang berfokus pada tahap penyelesaian akhir (finishing) dan uji kelayakan operasional. Pengujian ketat ini melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, yang meliputi keandalan jalur, kekuatan struktur, fasilitas operasional, hingga standar keselamatan penumpang.
Kehadiran LRT rute baru ini diproyeksikan membawa dampak besar bagi mobilitas warga Jakarta. Berdasarkan studi kelayakan Jakpro, koridor Kelapa Gading hingga Manggarai berpotensi menyerap 60.000 hingga 80.000 penumpang harian. Angka tersebut menjadi angin segar untuk mengurai kemacetan kronis di jalur-jalur utama Jakarta.
Tak berhenti di situ, Jakpro juga tengah menyiapkan ekspansi jangka panjang. Pengembangan jalur LRT dari Manggarai menuju pusat bisnis Dukuh Atas kini sedang berada dalam proses pengajuan izin trase serta pendalaman studi kelayakan. Jika berjalan sesuai rencana, pengerjaan konstruksi segmen lanjutan ini akan mulai bergulir pada 2027.
Baca juga :Pemerintah Resmi Luncurkan Logo dan Identitas Visual HUT ke-81 Kemerdekaan RI















