Home / Bisnis / Ekonomi

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:37 WIB

Harga Minyak Melonjak, Subsidi Membengkak

koransakti - Penulis

Oleh :

Prof. Dr, RIZAL DJALIL MAKMUR 

Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior, Analis Kebijakan Keuangan,  Pangan, dan Health Economic

Koransakti.co.id- Baru empat hari perang, Iran menutup Selat Hormuz seperti yang di ucapkan sebelumnya. Harga minyak melonjak naik. Brent spot kemarin menyentuh harga US$ 82,97 per barel; Brent North Sea malah menyentuh angka US$ 85 per barel. Sedangkan minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) mencapai US$ 73 per barel. Ini berdampak secara global.

Bagi kita di Indonesia, kenaikan harga minyak ini akan berimbas pada APBN, terutama untuk biaya subsidi.

Pada APBN 2026, jumlah subsidi energi Rp 210,06 triliun. Setiap kenaikan harga minyak mentah US$ 1 akan menambah beban APBN sekitar Rp 7 triliun.

Baca juga :   Beirut : “Paris Timur Tengah” dan Kondisinya Kini

Kenaikan penerimaan pajak dan cukai menunjukkan tren positif. Pada periode Januari-Februari, penerimaan meningkat sekitar 30% di banding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan penerimaan ini diharapkan dapat menutup kebutuhan pendanaan subsidi.

Bagaimana stok minyak kita?

Pemerintah menyatakan stok minyak kita aman untuk 20 hari. Ya, memang dari dulu kemampuan kita sebesar itu. Di kawasan ASEAN, stok beberapa negara bervariasi: Singapura 90 hari; Vietnam 80 hari; dan Thailand 67 hari.

Untuk penyimpanan dalam jumlah besar (stok 90 hari) membutuhkan dana besar: untuk membeli minyak itu sendiri dan untuk membangun tangki penyimpanan. Bagus-bagus saja, Menteri ESDM Bahlil baru mulai melakukan studi kelayakan untuk menimbun stok menjadi 90 hari.

Di pasar domestik, Pertamina telah menaikkan dan menyesuaikan harga produknya sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 245 Tahun 2022: Pertamax (RON 92) dari Rp 11.800 menjadi Rp 12.300; Pertamax Green (RON 95) dari Rp 12.450 menjadi Rp 12.900; Pertamax Turbo dari Rp 12.700 naik menjadi Rp 13.100.

Baca juga :   Kapal Tanker Negara Lain berhasil Lewat Selat Hormuz, Dua Tanker Kita Belum : Diplomasi Kemenlu Gagal?

Perang di mana pun pasti menimbulkan kerusakan secara fisik dan mengganggu stabilitas kawasan. Itulah yang dialami negara-negara Teluk saat ini.

Kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga perang antara Amerika–Israel dengan Iran segera berakhir, dan perdamaian segera datang melalui meja perundingan. Insyaallah.

Baca juga: Pertamina Dorong Desa Energi Mandiri Lewat Program Berbasis Energi Terbarukan

 

 

Berita ini 23 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kebijakan

Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu Dimulai 2026

Kebijakan

Ketika Loyalitas Tak Diakui: Diskriminasi Administratif dalam Reformasi ASN

Ekonomi

Kementan Sidak Pasar di Depok, Harga Ayam dan Daging Selama Puasa Tetap Normal
Harga Emas Meroket Pecah Rekor, Haruskah Beli Sekarang? Dilema Investor di Akhir 2025

Bisnis

Harga Emas Meroket Pecah Rekor, Haruskah Beli Sekarang? Dilema Investor di Akhir 2025

Advetorial

Bank Jambi Sungai Penuh Rayakan HUT ke-62, Jazwar Efendi: Misi ‘Bangga Melayani’ Tetap Jadi Prioritas
Perut Begah Abis Pesta Daging? Jual "Paket Detox Buah" Hari Ini! Solusi Segar Buat Warga yang Nyesel Makan Banyak, Auto Laris Manis!

Bisnis

Perut Begah Abis Pesta Daging? Jual “Paket Detox Buah” Hari Ini! Solusi Segar Buat Warga yang Nyesel Makan Banyak, Auto Laris Manis!

Bisnis

Maraknya Pemasangan Tiang dan Kabel Internet Di Kota Tangerang
IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis untuk Jumat (24/10)

Bisnis

IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis untuk Jumat (24/10)