Koransakti.co.id, Jakarta- Letnan Jenderal (Letjen) TNI Yudi Abrimantyo resmi mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI.
Keputusan ini muncul setelah kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis menjadi perhatian luas publik.
Pihak TNI menyampaikan bahwa pergantian jabatan tersebut telah di lakukan sebagai bagian dari respons institusi terhadap situasi yang berkembang.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga profesionalisme dan akuntabilitas di tengah sorotan masyarakat.
Kasus air keras yang menyeret nama sejumlah oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjadi pemicu utama keputusan tersebut.
Seorang aktivis dari organisasi masyarakat sipil di ketahui menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Insiden itu pun langsung memicu kecaman dari berbagai pihak.
TNI bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan internal terhadap sejumlah prajurit yang di duga terlibat.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap fakta secara menyeluruh, termasuk peran masing-masing individu dalam kasus ini.
Pengunduran diri Yudi Abrimantyo di nilai sebagai langkah yang mencerminkan tanggung jawab moral seorang pimpinan.
Meski begitu, belum ada keterangan resmi apakah keputusan tersebut sepenuhnya inisiatif pribadi atau bagian dari evaluasi struktural di tubuh TNI.
Sejumlah pengamat menilai, langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi militer.
Transparansi dalam penanganan kasus di nilai menjadi kunci agar tidak menimbulkan spekulasi lebih luas di masyarakat.
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis tersebut kini menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk pegiat hak asasi manusia. Mereka mendesak agar proses hukum berjalan terbuka dan tidak berhenti pada pelaku lapangan saja.
TNI menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Penegakan hukum akan di lakukan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti bersalah.
Hingga saat ini, perkembangan kasus masih terus berjalan. Publik pun menunggu hasil investigasi lanjutan yang di harapkan dapat mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut. (red)















