Home / Daerah / Energi

Kamis, 17 Juli 2025 - 20:35 WIB

Mahasiswa USK Wujudkan Desa Energi Berdikari Ke-2 Di Pulo Aceh

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Banda Aceh – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam program Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation kembali merealisasikan Desa Energi Berdikari di Desa Lampuyang, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar.

Program ini merupakan bentuk pengabdian tahunan dari setiap universitas mitra Pertamina Foundation, dengan tujuan untuk mendorong kemandirian energi sekaligus pemberdayaan pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Tahun ini, Desa Lampuyang yang telah menjadi desa binaan sejak tahun sebelumnya kembali menjadi lokasi pengembangan. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Ahmad Syuhada, M.Sc. dan Prof. Dr. Ilham Maulana, S.T., M.T., tim berhasil menambah kapasitas listrik melalui instalasi 3 panel surya tambahan berkapasitas 1650 Wp, sehingga total kapasitas PLTS di desa tersebut kini mencapai 3050 Wp.

PLTS tersebut difungsikan sebagai pusat pengecasan aki nelayan yang digunakan untuk penerangan saat berlayar di malam hari, sebuah kebutuhan vital mengingat mayoritas warga Lampuyang menggantungkan hidup dari hasil laut. Dengan total 173 Kepala Keluarga, dan 55 di antaranya bekerja sebagai nelayan, PLTS memberikan dampak nyata dalam efisiensi biaya operasional.

Baca juga :   Dikritik Menkeu 'Malas', Pertamina: Proyek Kilang Balikpapan Sudah 96,5 Persen

“Sebelumnya, nelayan membutuhkan 2 aki per malam dan mengeluarkan biaya sekitar Rp17.000 – Rp17.500 per aki. Sekarang, dengan PLTS, biaya hanya sekitar Rp10.000 – Rp15.000. Mereka bisa melaut lebih lama, lebih aman, dan lebih hemat,” jelas Awi, Ketua Local Heroes, Kamis (17/07/2025)

Program yang didanai oleh Pertamina Foundation ini juga disokong oleh kontribusi USK berupa 4 unit aki untuk nelayan. Selain itu, tim mahasiswa juga melaksanakan kegiatan edukasi kepada siswa-siswi SMA Negeri 2 Pulo Aceh.

Sosialisasi bertema “Energi Baru Terbarukan dan Potensinya di Pulo Aceh” disampaikan oleh tim Desa Energi Berdikari dengan harapan membuka wawasan generasi muda mengenai masa depan energi berkelanjutan sekaligus menumbuhkan semangat melanjutkan pendidikan tinggi.

Baca juga :   PLN Kembali Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50% Hingga 17 September 2025

“Pemanfaatan panel surya bukan sekadar pilihan teknologi, melainkan langkah strategis menuju kemandirian energi yang berkelanjutan. Pengabdian ini membuktikan bahwa dengan sinergi yang tepat, energi bersih bisa hadir bahkan di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional,” ujar Mustawan, Koordinator Tim Pertamina Foundation Sobat Bumi 11 USK.

Untuk memastikan keberlanjutan program, tim Desa Energi Berdikari membentuk kelompok

Local Heroes yang terdiri dari satu ketua dan tiga anggota. Ketua kelompok ini adalah Bang Awi, tokoh lokal sekaligus Bendahara Lembaga Panglima Laot. Mereka telah menerima pelatihan teknis dan keselamatan kerja secara langsung dari tim teknisi, serta dibekali SOP untuk operasional dan perawatan sistem PLTS.

Program Desa Energi Berdikari tidak hanya membawa cahaya secara harfiah, tetapi juga membuka jalan bagi pembangunan berkelanjutan di pelosok negeri dengan sinergi antara mahasiswa, akademisi, korporasi, dan masyarakat. (Cut Rina)

Berita ini 91 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Panen Perdana, Monadi : Kita Bersyukur Kerinci Mampu Produksi Kentang Kelas GO

Kerinci

Bupati Kerinci Ajak Media Kawal Pembangunan Daerah

Advetorial

Monadi : SPBE Memperkuat Transparansi, Akuntabilitas & Efisiensi Birokrasi

Industri

PT. KMH dan Masyarakat Capai Kesepakatan Damai Usai Rakor Timdu Kerinci

Komunitas

Ngopi Bareng, Wako Alfin Ajak LSM dan Wartawan Bantu Tarik Investor ke Sungai Penuh

Daerah

Operasi Keselamatan Jaya 2025 Mulai Digelar Polres Metro Tangerang Kota, Berikut Sasarannya

Advetorial

Kiprah PT. CGC  Dalam  Upaya Meningkatkan Kesejateraan Petani Kulit Manis

Kerinci

Baru Menjabat Kasat Reskrim, AKP R. Fifin Ritonga Ungkap Kasus Pencurian Dua Mobil di Kerinci