Home / Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:48 WIB

Mencegah Awardee LPDP Menjadi “Malin Kundang”

koransakti - Penulis

Oleh: Prof. Dr. Rizal Djalil Makmur, Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior, Analis Kebijakan Keuangan, Health Economic

Koransakti.co.id- Apa yang terjadi ketika seorang terdidik yang di biayai negara melalui LPDP, lalu menetap di Inggris, justru menarasikan penyesalan sebagai WNI bahkan berkata, “Cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan,” sambil mempertontonkan paspor Inggris?

Ada dua kemungkinan.

Pertama, terlalu silau dan terobsesi pada Inggris. Padahal paspor Inggris bukan yang terkuat di dunia, hanya peringkat ke-7, bukan kelas Swiss atau Singapura. Inggris juga memiliki sejarah kolonial kelam: penderitaan rakyat India, tragedi Aborigin di Australia, hingga artefak milik Mesir yang di pajang di Museum London. Nilai apa yang di banggakan? Bahkan salah satu pangeran kerajaannya terseret skandal Epstein.

Baca juga :   Wujudkan Semangat Belajar, Satgas Yonif 144/JY Hadirkan Perpustakaan Keliling

Kedua, terjadi krisis rasa kebangsaan. Negara tidak pernah melanggar haknya. Pendidikan di biayai, kesempatan di berikan. Lalu mengapa merendahkan tanah air sendiri?

Bandingkan dengan Zohran Mamdani, imigran Uganda-India yang tetap bangga dengan asal-usulnya; Sundar Pichai, CEO Google yang menyatakan India bagian besar dari jati dirinya; dan Sadiq Khan, Wali Kota London yang bangga dengan warisan Pakistan-nya. Mereka sukses secara global tanpa merendahkan negeri asal.

Baca juga :   Novra Wenti Monadi Dampingi Bunda PAUD Hesti Haris Sosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

LPDP lahir dari usulan Komisi XI DPR RI pada APBN-P 2007 dan di formalkan melalui KMK No. 18 Tahun 2012. Hingga kini, 55.184 penerima manfaat telah di biayai dengan akumulasi dana sekitar Rp154 triliun. Tahun 2026 di alokasikan sekitar Rp15 triliun untuk 5.750 orang.

Ke depan, rekrutmen perlu di perbaiki: memperkuat seleksi wawasan kebangsaan, menimbang latar sosial ekonomi secara adil, pembekalan disiplin dan cinta tanah air sebelum keberangkatan, monitoring selama studi, serta tes psikologi mendalam untuk memastikan komitmen terhadap Negara RI.

 

 

Berita ini 31 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Berhasil Mendaur Ulang Sampah,Imam Pesuwaryantoro Raih Prestasi Di Pentas Dunia
Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal "Anomali Air" yang Menyelamatkan Bumi

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi

Inspiratif

SDN Papela Rote Ndao Juara Asia‑Pasifik – Inovasi Sampah Jadi Media Tanam

Jambi

“Luar Biasa! SMPN 18 Kerinci Sukses Buktikan Sekolah Pinggiran Mampu Taklukkan Kompetisi Nasional”

Advetorial

STIE Sakti Alam Kerinci Wisuda 370 Mahasiswa dari Tiga Program Studi

Advetorial

SMK Negeri 5 Merangin Adakan Acara Pelepasan dan Perpisahan Siswa Kelas XII
Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia "Teori Chaos" di Balik Kristal Es

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia “Teori Chaos” di Balik Kristal Es

Advetorial

Fakultas Syariah IAIN Kerinci Matangkan Persiapan Magang Mahasiswa Ganjil 2025/2026