koransakti.co.id- Melaka berdiri sebagai salah satu kota paling bersejarah di Malaysia yang berhasil merawat warisan budaya serta arsitekturnya hingga saat ini. Selain itu berkat posisi strategisnya di tepi Selat Melaka, kota ini melaju pesat menjadi pusat maritim yang menyatukan para pedagang dari berbagai penjuru dunia.
Di samping kemasyhurannya, Melaka menyimpan beragam kisah menarik. Mulai dari asal-usul penamaannya yang unik, jejak kolonialisme, hingga akulturasi budaya yang lestari, berikut lima fakta memikat tentang Melaka.
1. Terinspirasi dari Nama Pohon Tempat Berteduh
Pada mulanya, kisah penamaan Melaka berakar dari legenda Parameswara, sang pendiri kota. Saat itu ia sedang beristirahat di bawah pohon di tepi Sungai Bertam usai berburu, Parameswara menyaksikan peristiwa ajaib. Seekor pelanduk kecil secara berani menendang anjing perburuannya sampai tercebur ke sungai.
Oleh karena itu Parameswara menganggap keberanian pelanduk tersebut sebagai pertanda baik, tanpa ragu ia langsung memutuskan untuk membangun permukiman di sana. Selanjutnya ia meresmikan tempat tersebut dengan nama Melaka, mengambil nama pohon Phyllanthus emblica (amla) yang menaunginya kala itu.
2. Menguasai Jaringan Perdagangan Dunia
Sementara itu, lokasinya yang tepat berada di Selat Melaka menempatkan kota ini sebagai jembatan utama antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan. Dampaknya kedudukan emas ini mendorong Melaka berkembang menjadi tempat persinggahan favorit kapal-kapal dagang internasional.
Bahkan pada masa keemasannya, para pedagang dari Arab, India, Tiongkok, Persia, hingga Nusantara memenuhi pelabuhan ini. Mereka bertukar komoditas bernilai tinggi seperti:
Rempah-rempah eksotis
Kain sutra dan tekstil
Keramik indah
Logam mulia
Aktivitas perniagaan yang masif ini mengukuhkan Melaka sebagai simpul perdagangan lintas benua yang sangat berpengaruh di Asia.
3. Menyilangkan Arsitektur Era Kolonial
Perjalanan sejarah mencatat Portugis, Belanda, dan Inggris pernah menguasai Melaka secara bergantian. Penguasaan bangsa-bangsa Eropa ini meninggalkan jejak arsitektur megah yang bersanding harmonis dengan lanskap pesisir Asia.
Hingga kini, pengunjung masih bisa menyaksikan peninggalan bersejarah tersebut secara langsung, antara lain:
Benteng A Famosa (peninggalan Portugis)
Gedung Stadthuys dan Christ Church (peninggalan Belanda)
Tata kota modern di kawasan pusat (pengaruh Inggris)
4. Merawat Tradisi Unik Budaya Baba Nyonya
Melaka menjadi rumah bagi komunitas Peranakan atau Baba Nyonya. Budaya ini lahir dari pernikahan silang antara pedagang Tionghoa asal Fujian dan wanita Melayu setempat sejak abad ke-15.
Masyarakat setempat menyapa pria Peranakan dengan sebutan Baba dan wanita dengan sebutan Nyonya. Identitas khas mereka memancar kuat melalui busana Kebaya Nyonya, arsitektur rumah, hingga sajian kulinernya. Masakan Peranakan memadukan cita rasa gurih, pedas, dan asam menggunakan rempah lokal, santan, cincaluk, serta gula Melaka.
5. Menghidupkan Kota dengan Becak Hias Warna-Warni
Becak hias warna-warni menjadi ikon pariwisata yang sangat melekat dengan Melaka. Para pengemudi merias becak mereka secara meriah menggunakan ornamen bunga, lampu LED, hingga boneka karakter populer seperti Hello Kitty dan Pikachu.
Tak hanya mencolok secara visual, becak-becak ini juga melengkapi diri dengan pengeras suara yang memutar musik bersemangat. Kehadiran becak hias ini memberikan pengalaman unik bagi wisatawan saat menyusuri sudut-sudut kota bersejarah.
Kesimpulan
Melaka membuktikan diri sebagai destinasi yang berhasil merawat sejarah dan budayanya tetap hidup di tengah arus modernisasi. Jejak kejayaan masa lalu kota ini terus memikat hati siapa saja yang datang berkunjung.**



















