Home / Agama / Edukasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:18 WIB

Menjemput Berkah Idul Adha: Keutamaan Puasa Arafah dan Amalan Penghapus Dosa

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 2026 yang diprediksi jatuh pada Kamis, 28 Mei 2026. Di balik kemeriahan kurban, terdapat momentum emas untuk mendulang pahala melalui Puasa Arafah. Ibadah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kunci pembuka pintu ampunan yang luar biasa.

Menghapus Dosa Dua Tahun dengan Satu Hari Berpuasa

Mengapa Puasa Arafah begitu istimewa? Jawabannya terletak pada janji Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa satu hari ini mampu menghapus dosa selama dua tahun: satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.

Bagi Anda yang tidak sedang menjalankan ibadah haji, momen ini adalah kesempatan terbaik untuk “membersihkan diri”. Puasa ini menjadi wujud syukur sekaligus ikhtiar batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum hari penyembelihan kurban tiba.

Baca juga :   Kenapa Kopi Bikin Melek? Kenalan dengan Kafein (C8H10N4O2), Si "Penipu" Otak yang Jenius

Niat Puasa Arafah: Persiapkan Hati dan Lisan

Ibadah yang sah dimulai dari niat yang tulus. Jika Anda berencana menunaikan Puasa Arafah pada akhir Mei 2026 mendatang, berikut adalah lafal niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى (Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala) Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Ragam Amalan Sunnah di Bulan Dzulhijjah

Selain berpuasa, bulan Dzulhijjah menawarkan “ladang pahala” lainnya. Anda bisa memaksimalkan hari-hari menjelang Lebaran Haji dengan aktivitas positif berikut:

  • Zikir dan Takbir: Basahi lidah dengan kalimat tayyibah sebagai bentuk pengagungan kepada Sang Pencipta.

  • Membaca Al-Qur’an: Tingkatkan intensitas interaksi dengan kitab suci untuk menenangkan jiwa.

  • Sedekah dan Kebaikan: Berbagi kepada sesama mencerminkan semangat pengorbanan Idul Adha.

  • Doa dan Istighfar: Manfaatkan waktu-waktu mustajab, terutama di sore hari saat wukuf berlangsung di Arafah, untuk memohon hajat Anda.

Baca juga :   Amankah Memanaskan Daging Berulang Kali? Ini Fakta Medisnya!

Meluruskan Perbedaan Waktu Puasa dan Wukuf

Sering kali muncul pertanyaan: apakah puasa kita harus bareng dengan jamaah haji di Arab Saudi?

Menanggapi hal ini, Buya Yahya menjelaskan bahwa penentuan tanggal puasa merujuk pada ketetapan hilal di wilayah masing-masing. Jadi, standar pelaksanaannya adalah kalender lokal tempat kita tinggal, bukan semata-mata mengikuti waktu fisik wukuf di Padang Arafah.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) menekankan bahwa meskipun Anda melewatkan puasa dari tanggal 1 hingga 8 Dzulhijjah, jangan sampai kehilangan momen di tanggal 9 karena pahalanya yang sangat spesifik dan besar. (asep)

Berita ini 21 kali dibaca

Share :

Baca Juga