koransakti.co.id- Pemerintah melalui rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh Menko PMK Pratikno resmi menetapkan jadwal libur sekolah untuk periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Keputusan ini merupakan hasil koordinasi antara Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendagri guna menyeimbangkan kegiatan akademik dengan penguatan nilai karakter religius bagi siswa di tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Masa libur tahun ini terbilang cukup panjang karena berdekatan dengan perayaan Hari Suci Nyepi serta cuti bersama nasional. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, dengan harapan para siswa dapat memanfaatkan waktu untuk beribadah bersama keluarga sekaligus beristirahat sebelum kembali ke rutinitas sekolah.
Kami telah merangkum jadwal lengkap libur awal puasa hingga jadwal masuk sekolah pasca-Lebaran agar rencana agenda keluarga kamu menjadi yang paling lengkap dan terorganisir.
Perincian Jadwal Libur Ramadan dan Idulfitri 2026
Berikut adalah kalender resmi libur sekolah yang perlu diperhatikan oleh orang tua dan siswa:
1. Libur Awal Puasa Ramadan 2026 Siswa akan mendapatkan libur selama tiga hari di awal bulan suci untuk penyesuaian ibadah:
Rabu – Jumat, 18 – 20 Februari 2026: Libur awal puasa.
Sabtu – Minggu, 21 – 22 Februari 2026: Libur akhir pekan.
Catatan: Siswa kembali belajar pada Senin, 23 Februari 2026.
2. Jadwal Libur Lebaran 2 Hari Tahap Masa libur ini berdurasi kurang lebih dua minggu karena bergabung dengan rangkaian Hari Suci Nyepi dan cuti bersama:
Tahap Pertama: 16 – 20 Maret 2026.
Tahap Kedua: 23 – 27 Maret 2026.
Agenda Nasional Terkait:
18 Maret: Cuti Bersama Nyepi.
19 Maret: Hari Suci Nyepi.
20 Maret: Cuti Bersama Lebaran.
21 Maret: Hari Raya Idulfitri 2026.
3. Jadwal Kembali Masuk Sekolah Waktu masuk sekolah ditentukan berdasarkan sistem hari belajar masing-masing sekolah:
28 Maret 2026: Bagi sekolah dengan sistem 6 hari kerja.
30 Maret 2026: Bagi sekolah dengan sistem 5 hari kerja.
Tips Memanfaatkan Libur Sekolah 2026
Agar masa libur ini tetap produktif, pemerintah menyarankan beberapa aktivitas positif bagi siswa:
Kegiatan Religius: Mengikuti kajian di masjid, pesantren kilat, atau meningkatkan kualitas ibadah di rumah.
Kegiatan Sosial: Terlibat dalam penyaluran zakat atau bakti sosial Ramadan.
Keseimbangan Belajar: Tetap menjaga semangat belajar meskipun dalam suasana libur agar tidak kesulitan saat kembali masuk sekolah.















