Home / Agama / Budaya / Daerah / Sungai Penuh

Rabu, 10 September 2025 - 22:15 WIB

Masjid Agung Pondok Tinggi: Kisah Sejarah dan Arsitektur Unik di Jantung Kota Sungai Penuh

koransakti - Penulis

SUNGAI PENUH (KORANSAKTI) – Di tengah hiruk pikuk Kota Sungai Penuh, berdiri kokoh sebuah bangunan yang bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah. Itulah Masjid Agung Pondok Tinggi, sebuah mahakarya arsitektur yang menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci.

Masjid ini lebih dari sekadar tempat shalat. Setiap ukiran kayunya, atapnya yang menjulang, dan tiang-tiangnya yang kokoh menyimpan cerita tentang gotong royong, peradaban, dan semangat juang para leluhur.

Dibangun Tanpa Paku, Buah Gotong Royong Masyarakat

Masjid Agung Pondok Tinggi pertama kali dibangun pada tahun 1874. Yang paling menakjubkan, seluruh proses pembangunannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dari berbagai dusun di sekitar Pondok Tinggi.

Keunikan utamanya terletak pada teknik konstruksinya. Seluruh bangunan utama masjid ini, mulai dari tiang hingga atap, dibangun tanpa menggunakan paku besi sama sekali. Para leluhur menggunakan teknik sambungan pasak kayu yang presisi, sebuah bukti keahlian arsitektur tradisional yang luar biasa.

Baca juga :   Wako Ahmadi Lantik Sekda dan 58 Orang Pejabat Lingkup Pemkot Sungai Penuh

Perpaduan Tiga Gaya Arsitektur yang Memesona

Keindahan masjid ini juga terpancar dari perpaduan gaya arsitekturnya yang unik.

  1. Pengaruh Nusantara: Atap masjid yang berbentuk limas bertingkat tiga, atau dikenal sebagai atap tumpang, mengingatkan kita pada arsitektur masjid-masjid kuno di Jawa seperti Masjid Agung Demak.
  2. Ukiran Khas Kerinci: Jika Anda perhatikan lebih dekat, dinding dan tiang masjid dipenuhi oleh ukiran-ukiran indah. Motif ukiran ini sangat khas Kerinci, seperti motif kaluak paku (sulur pakis) dan flora lokal lainnya.
  3. Sentuhan Eropa: Beberapa elemen seperti jendela-jendela besar dan tiang-tiang penyangga yang masif menunjukkan adanya sedikit pengaruh arsitektur kolonial Eropa, yang mencerminkan periode waktu saat masjid ini dibangun.
Baca juga :   ​Intip Momen Hangat Sekda Zainal Efendi Bersama Masyarakat di Festival Budaya Kerinci 2026n Alam

Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah

Sejak dulu, fungsi Masjid Agung Pondok Tinggi melampaui urusan ibadah. Masjid ini pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat. Para pemuka adat dan masyarakat sering berkumpul di sini untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan-keputusan penting.

Pada masa perjuangan melawan penjajah, masjid ini bahkan pernah menjadi pusat penyusunan strategi perlawanan. Selain itu, selama puluhan tahun, serambi masjid juga berfungsi sebagai tempat anak-anak belajar mengaji dan menimba ilmu agama.

Mengunjungi Masjid Agung Pondok Tinggi bukan hanya untuk beribadah. Ini adalah sebuah perjalanan menapaki jejak sejarah, mengagumi kearifan lokal, dan merasakan semangat gotong royong yang telah mengakar kuat di Kota Sungai Penuh.

Berita ini 124 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Syukuran Peringatan HUT ke-79 Kodam II/Sriwijaya Tahun 2025

Daerah

Upacara Penutupan Dikmaba Infanteri TA 2025, Pangdam IV/Diponegoro lantik Prajurit Serda

Advetorial

Safari Pemkot Hari ke 21 Puasa Ramadan di Masjid Agung Pondok Tinggi di Sambut Hangat Warga

Daerah

Gubernur Bengkulu Alokasikan Rp 167 Miliar Untuk BPJS Gratis

Advetorial

PUPR Sungai Penuh Tetapkan SOP Peminjaman Alat dan Layanan IMB

Advetorial

Dalam Rangka Memperingati HUT TNI KE 79, Dandim 0417/Kerinci Pimpin Ziarah Rombongan Di TMP.

Advetorial

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Lendra Wijaya Hadiri Upacara Kehormatan & Renungan Suci

Sarolangun

Kunjungan Perdana Kapolda Jambi ke Polres Sarolangun