Koransakti.co.id, Jatim- Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mulai di terapkan pada Rabu pekan depan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa penentuan hari Rabu sebagai jadwal WFH bukan tanpa alasan.
Kebijakan ini di rancang untuk menghindari potensi libur panjang (long weekend) yang justru bisa berdampak negatif terhadap upaya penghematan energi.
Menurut Khofifah, hasil simulasi mobilitas pegawai menunjukkan bahwa jika WFH di terapkan pada hari Jumat, terdapat kecenderungan ASN memanfaatkan waktu tersebut untuk bepergian, baik untuk rekreasi maupun pulang kampung.
“Jika WFH di lakukan pada hari Jumat, potensi long weekend sangat besar. Alih-alih menekan konsumsi energi, justru bisa meningkatkan penggunaan bahan bakar karena mobilitas masyarakat meningkat. Karena itu, kita pilih hari Rabu,” ujarnya saat memimpin apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.
Ia menjelaskan, kebijakan ini juga mempertimbangkan pola perjalanan harian pegawai.
Rata-rata ASN menempuh jarak sekitar 14 kilometer untuk sekali perjalanan menuju kantor, atau sekitar 28 kilometer pulang-pergi setiap harinya.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap WFH dapat benar-benar memberikan dampak efisiensi energi. Sebaliknya, jika diterapkan menjelang akhir pekan, potensi peningkatan mobilitas justru dinilai bertolak belakang dengan tujuan penghematan. (Eka)
Baca juga: ASN Dapat Kelonggaran Kerja Saat Libur Nataru, MenPANRB Terapkan Skema Fleksibel















