Home / Jakarta / Lingkungan

Rabu, 15 April 2026 - 20:51 WIB

Perangi Spesies Invasif: Gubernur Pramono Instruksikan Pembasmian Massal Ikan Sapu-Sapu di Jakarta

koransakti - Penulis

Ikan Sapu-Sapu

Ikan Sapu-Sapu

koransakti.co.id, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas untuk memulihkan ekosistem perairan ibu kota dengan menginstruksikan pembasmian massal ikan sapu-sapu. Oleh karena itu, seluruh pemerintah kota administratif di Jakarta akan menggelar aksi pembersihan serentak pada Jumat (17/4/2026) pagi.

Instruksi ini bertujuan menekan populasi spesies invasif yang telah lama mendominasi sungai dan saluran air di Jakarta. Meskipun demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada perburuan ikan, tetapi juga mencakup pengerukan sedimen dan perbaikan drainase guna mengantisipasi banjir dan tumpukan limbah.

Ikan sapu-sapu terbukti memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa, bahkan mampu bertahan hidup di kondisi air yang paling tercemar sekalipun. Oleh sebab itu, keberadaan ikan asal Amerika Selatan ini menjadi ancaman serius karena mereka merusak struktur fisik tanggul sungai dengan membuat lubang untuk bersembunyi.

Selain itu, sifat invasifnya mematikan keberadaan ikan lokal karena mereka memangsa telur-telur ikan asli penghuni sungai Jakarta.

Oleh karena itu, Pramono menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperbaiki kualitas lingkungan perairan. Dengan demikian, keterlibatan petugas di lima wilayah diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap keseimbangan ekologi sungai.

Baca juga :   Presiden Tegaskan Kebebasan Berpendapat, Anarkis Akan Ditindak Tegas

Sebagai informasi, ikan sapu-sapu selama ini dianggap merugikan karena kemampuannya “menjajah” habitat dan memutus rantai makanan ikan lokal. Akhirnya, gerakan serentak pada akhir pekan ini menjadi titik awal bagi Jakarta untuk mengembalikan kejayaan populasi ikan air tawar asli Indonesia di sungai-sungai ibu kota.


Dampak Buruk Ikan Sapu-Sapu bagi Ekosistem Jakarta

Berikutnya, mari kita ulas mengapa Gubernur Pramono Anung menitikberatkan perhatian pada pembersihan spesies ini:

  1. Kerusakan Infrastruktur: Ikan sapu-sapu sering melubangi dinding tebing dan tanggul sungai untuk sarang, yang dalam jangka panjang memicu kerapuhan struktur penahan air.

  2. Kepunahan Ikan Lokal: Spesies ini bersifat sangat dominan dan mengonsumsi telur-telur ikan asli, sehingga populasi ikan lokal di Jakarta semakin langka.

  3. Ketahanan di Air Kotor: Ikan ini mampu mengakumulasi logam berat dari air limbah, sehingga berbahaya jika ada warga yang mengonsumsinya secara sembarangan.


Agenda Aksi Serentak Jumat 17 April 2026

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun rencana aksi yang melibatkan berbagai dinas terkait di lima wilayah kota:

  • Pembersihan Saluran: Mengangkat ikan sapu-sapu secara massal dari pintu air dan kanal.

  • Pengerukan Sedimen: Membuang tumpukan lumpur yang sering menjadi tempat bersembunyi ikan invasif.

  • Normalisasi Aliran: Memastikan air mengalir lancar tanpa hambatan sampah maupun gangguan struktur tebing yang rusak.

Baca juga :   Bahaya Mikroplastik: Tak Terlihat, Ini Dampaknya (Kanker) & Cara Mengurangi Paparannya

Menuju Sungai Jakarta yang Sehat

Instruksi Gubernur Pramono merupakan langkah berani untuk memutus dominasi spesies asing yang merusak. Kesuksesan aksi ini sangat bergantung pada konsistensi petugas di lapangan dan pengawasan berkelanjutan agar populasi ikan sapu-sapu tidak kembali meledak.

Dengan demikian, mari kita dukung upaya pemerintah dalam mengembalikan kesehatan ekosistem sungai demi Jakarta yang lebih hijau dan asri. (red)

Berita ini 48 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Mengapa Aroma Hujan di Tanah Kering Begitu Khas dan Menenangkan? Ini Jawabannya

Jakarta

Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik SesJAM-Bin dan Kajati Jawa Tengah

Jakarta

Wamensos Agus Jabo Hadiri HUT Bara JP ke 12, Ingatkan Hilirisasi Penting Sebagai Landasan Ekonomi Pancasila

Jakarta

Menhub Matangkan Kesiapan Nasional Sambut Libur Nataru 2025/2026

Daerah

Mengenal Taman Nasional Kerinci Seblat, Jantung Hutan Hujan Sumatera

Jakarta

Endang Hadrian Kuasa Hukum H Idris Ungkap Kronologis Lahan Senilai Rp3,3 Miliar Yang Digugat Mat Solar

Jakarta

Presiden Prabowo Subianto Melantik Pejabat Kabinet Merah Putih

Advetorial

Kanza JAKMANIA KID Kontennya Bertemu Pemain PERSIJA FYP Di Akun TIKTOK Heru BosBro