Home / Fakta Unik / Kesehatan / Sains

Senin, 5 Januari 2026 - 06:49 WIB

Pojok Sains: Fenomena Hypnic Jerk, Kenapa Tubuh Sering ‘Kaget’ & Merasa Jatuh Saat Baru Terlelap?

koransakti - Penulis

Hypnic Jerk adalah kontraksi otot tak sadar yang terjadi saat transisi antara terjaga dan tidur lelap. (Foto: Freepik/Koransakti.co.id)

Hypnic Jerk adalah kontraksi otot tak sadar yang terjadi saat transisi antara terjaga dan tidur lelap. (Foto: Freepik/Koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Anda sedang enak-enaknya memejamkan mata, nafas mulai teratur, dan kesadaran mulai hilang. Tiba-tiba… DUAR! Tubuh Anda tersentak hebat, kaki menendang, dan jantung berdebar kencang seolah-olah Anda baru saja terpeleset dari tebing.

Kejadian menyebalkan ini disebut Hypnic Jerk (Sentakan Hipnik). Hampir semua orang pernah mengalaminya, tapi tahukah Anda kenapa otak kita melakukan “prank” ini?

Di Pojok Sains penutup hari Senin, kita akan membongkar alasan kenapa tubuh kita sering “korsleting” saat mau tidur.

Apa Itu Hypnic Jerk?

Secara medis, ini disebut myoclonus, yaitu kedutan otot singkat yang tidak disengaja (mirip seperti saat cegukan). Ini biasanya terjadi di Fase 1 Tidur, yaitu masa transisi dari kondisi sadar (bangun) ke kondisi tidak sadar (tidur).

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi 'Kretek' Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?

Teori 1: Salah Paham Otak (Brain Confusion)

Saat kita mulai tertidur, tanda-tanda vital tubuh menurun drastis: napas melambat, suhu tubuh turun, dan otot rileks total.

Terkadang, proses ini terjadi terlalu cepat. Otak Anda yang masih setengah sadar menjadi panik dan salah mengartikan “relaksasi otot” ini sebagai tanda bahwa tubuh sedang jatuh bebas.

Sebagai respons penyelamatan darurat, otak mengirim sinyal listrik kejut ke otot kaki atau tangan agar “berpegangan”. Itulah kenapa Anda tersentak bangun.

Teori 2: Warisan Nenek Moyang (Evolusi)

Teori ini lebih menarik. Ribuan tahun lalu, nenek moyang manusia (primata) tidur di atas pohon untuk menghindari predator.

Refleks Hypnic Jerk dipercaya sebagai sisa insting purba. Jika otot terlalu rileks saat di atas pohon, ada risiko jatuh ke tanah dan dimakan harimau. Jadi, otak purba kita sesekali mengecek: “Halo, kamu tidur apa jatuh nih?” dengan cara menyentakkan otot.

Baca juga :   Pojok Sains: Pesta Udah Selesai, Kok Tiba-Tiba Merasa Sedih & Hampa? Hati-Hati Kena "Post-Holiday Blues", Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Pemicu Utamanya

Meskipun normal, Hypnic Jerk akan lebih sering terjadi jika Anda:

  1. Terlalu Lelah: Fisik yang terkuras habis.

  2. Kafein Berlebih: Minum kopi dekat jam tidur.

  3. Stres: Pikiran yang tidak tenang.

Kesimpulan

Jadi, sensasi jatuh itu bukanlah gangguan setan atau tanda penyakit jantung. Itu hanyalah tanda bahwa otak Anda sangat sayang pada Anda dan ingin memastikan Anda tidak “jatuh dari pohon”, meskipun Anda sedang tidur nyaman di kasur empuk.

Baca juga: Pojok Sains: Fenomena Lucid Dream, Saat Kita Sadar & Bisa Mengatur Skenario Mimpi

Berita ini 34 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Penderita Kanker Payudara Berpotensi Tak Lagi Jalani Kemoterapi

Kesehatan

Direktur RSUD MHAT Sungai Penuh Minta Karyawan Bekerja Sepenuh Hati Dan Tingkatkan Mutu Pelayanan 

Daerah

74 Siswa di Agam Keracunan MBG, Gubernur Sumbar Hentikan Operasional Dapur SPPG

Fakta Unik

Misteri Sosok Mona Lisa: Siapa Perempuan di Balik Lukisan Da Vinci?

Kesehatan

Memahami Kesehatan Mental dan Langkah Menjaganya Tetap Sehat
Pojok Kimia: Mengbedah Jeruk, Kenalan dengan Senyawa $C_6H_8O_6$ alias Asam Askorbat (Vitamin C)

Artikel

Membedah Jeruk, Kenalan dengan Senyawa C6H8O6 alias Asam Askorbat (Vitamin C)

Fakta Unik

Ekuinoks Maret 2026: Matahari Tepat di Khatulistiwa, Ini Dampak yang Terasa di Indonesia
Viral Sakit Gigi Bengkak Parah, Ternyata Angina Ludwig: Infeksi Serius yang Bisa Mengancam Nyawa

Gaya Hidup

Viral Sakit Gigi Bengkak Parah, Ternyata Angina Ludwig: Infeksi Serius yang Bisa Mengancam Nyawa