Home / Bisnis / Ekonomi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:38 WIB

Profil Kekayaan Low Tuck Kwong: Sang Raja Batu Bara Pembeli Lukisan “Kuda Api” SBY

koransakti - Penulis

Dato' Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources, yang dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sosoknya kembali menjadi sorotan publik setelah memenangkan lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, senilai Rp6,5 miliar.

Dato' Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources, yang dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sosoknya kembali menjadi sorotan publik setelah memenangkan lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, senilai Rp6,5 miliar.

koransakti.co.id- Nama Dato’ Low Tuck Kwong kembali mencuri perhatian publik setelah memenangkan lelang lukisan bertajuk “Kuat Laksana Kuda Api” karya SBY. Oleh karena itu, banyak yang penasaran dengan profil dan pundi-kur kekayaan pria yang di juluki sebagai Raja Batu Bara ini. Secara khusus, aksi heroik dalam lelang amal pada perayaan Imlek Partai Demokrat, Rabu (18/2/2026), tersebut menunjukkan komitmen sosial di balik statusnya sebagai salah satu taipan terbesar di tanah air. Meskipun demikian, nilai Rp6,5 miliar hanyalah sebagian kecil dari total aset luar biasa yang ia miliki.

Hal ini menarik karena menurut data Forbes Real-Time Billionaires per Februari 2026, kekayaan Low Tuck Kwong mencapai angka fantastis sebesar USD 20,3 miliar atau setara dengan Rp342,4 triliun. Oleh sebab itu, ia kini menduduki peringkat kedua dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Selain itu, sumber utama kekayaannya berasal dari kepemilikan saham mayoritas di Bayan Resources, perusahaan tambang batu bara terkemuka yang di untungkan oleh dinamika harga komoditas global. Sebagai tambahan, tabel di bawah ini akan merangkum detail kekayaan dan rincian keterlibatannya dalam lelang lukisan tersebut.

Baca juga :   Review Honeygain 2026: Ubah Kuota WiFi Nganggur Jadi Dollar, Cuma Modal 'Diam' (Pasif Income)

Oleh karena itu, kemenangan keluarga Dato’ Low dalam lelang ini sekaligus mendukung misi kemanusiaan yang di usung oleh Partai Demokrat untuk membantu masyarakat prasejahtera. Dengan demikian, perolehan dana tersebut akan di salurkan untuk kegiatan sosial lintas suku dan agama di Indonesia. Sebagai informasi, lukisan yang ia beli memiliki makna filosofis mendalam tentang kekuatan dan perdamaian, yang di gambarkan SBY melalui perpaduan kuda api dengan sentuhan warna biru. Akhirnya, kiprah Low Tuck Kwong membuktikan bahwa kekuatan ekonomi yang besar juga memiliki peran krusial dalam mendukung ekosistem seni dan aksi kemanusiaan nasional.


Statistik Kekayaan Low Tuck Kwong (Data Februari 2026)

Berikutnya, mari kita lihat rincian aset dan pencapaian finansial sang Raja Batu Bara:

Komponen AnalisisDetail Informasi
Total Kekayaan BersihUSD 20,3 Miliar (± Rp342,4 Triliun)
Peringkat di IndonesiaOrang Terkaya Ke-2 (Versi Forbes)
Sumber Kekayaan UtamaBayan Resources (Tambang Batu Bara)
Nilai Pembelian LukisanRp6,5 Miliar (Lelang Amal)
Tujuan Hasil LelangBantuan Kemanusiaan & Masyarakat Prasejahtera
Baca juga :   BEI Suspensi Saham SOHO dan GLOB Mulai 27 Oktober 2025: Alasan dan Dampaknya

Fakta di Balik Pembelian Lukisan “Kuda Api” SBY

Selanjutnya, terdapat beberapa poin menarik terkait keterlibatan Dato’ Low dalam acara lelang tersebut:

  1. Persaingan Sengit: Keluarga Dato’ Low berhasil mengalahkan tawaran pengusaha besar lainnya, termasuk Hermanto Tanoko yang sempat menawar hingga Rp6 miliar.

  2. Filosofi Karya: Lukisan berukuran 130×80 cm tersebut melambangkan tekad dan energi (api merah) namun tetap mengusung perdamaian (warna biru).

  3. Misi Sosial: AHY mengonfirmasi bahwa seluruh dana Rp6,5 miliar akan dikelola untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu, termasuk dari komunitas Tionghoa.

  4. Apresiasi Seni: Pembelian ini mempertegas apresiasi kolektor kelas dunia terhadap karya-karya SBY yang kini semakin diakui di pasar seni nasional.

  5. Dampak Ekonomi: Kehadiran tokoh seperti Low Tuck Kwong dalam acara sosial politik memberikan dorongan signifikan bagi penggalangan dana kemanusiaan berskala besar.

Berita ini 52 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pertemuan Bilateral Prabowo dengan Presiden Dewan Eropa : IEU-CEPA Menjadi Sejarah Baru Hubungan Strategis Indonesia-Eropa

Ekonomi

Update Harga BBM Pertamina 18 April 2026: Harga Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak Tajam Akibat Konflik Timur Tengah
Punya Skill Ngetik atau Desain? Ini 5 Website Freelance Penghasil Uang Terbaik 2025 (Pemula Friendly)

Bisnis

Punya Skill Ngetik atau Desain? Ini 5 Website Freelance Penghasil Uang Terbaik 2025 (Pemula Friendly)
BREAKING: IHSG Tiba-tiba Ambruk 1,3% di Sesi II, Saham Prajogo Pangestu Jadi Pemberat Utama

Bisnis

BREAKING: IHSG Tiba-tiba Ambruk 1,3% di Sesi II, Saham Prajogo Pangestu Jadi Pemberat Utama

Bisnis

Kafe & Patisserie Prancis-Indonesia Pertama di Paris Milik Nagita Slavina Resmi Dibuka

Ekonomi

Pemerintah AS ‘Shutdown’, Ini Dampaknya Bagi Warga: dari Perjalanan Udara hingga Gaji PNS

Bisnis

Tak Perlu Fotografer Mahal, Ini 5 Teknik Prompt Gemini AI untuk Foto Produk UMKM yang Menjual

Energi

Update Harga BBM 16 April 2026: Pemerintah Pastikan Harga Tetap Stabil di Seluruh SPBU