Home / Internasional / Olahraga / Sport

Sabtu, 27 September 2025 - 12:05 WIB

Skandal Naturalisasi Malaysia, Pengamat: Sanksi FIFA Kurang Keras, Harusnya Dilarang Bertanding

koransakti - Penulis

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia merayakan gol pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027. Proses naturalisasi tujuh pemain kini berujung sanksi dari FIFA. (Sumber: AFP/MOHD RASFAN)

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia merayakan gol pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027. Proses naturalisasi tujuh pemain kini berujung sanksi dari FIFA. (Sumber: AFP/MOHD RASFAN)

koransakti.co.id – Sanksi tegas yang dijatuhkan FIFA kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi dinilai masih kurang memberikan efek jera. Pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo, berpendapat bahwa hukuman yang diberikan seharusnya lebih berat dari sekadar denda.

Sebelumnya, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 7,3 miliar) kepada FAM dan larangan bermain selama 12 bulan bagi tujuh pemain yang terlibat karena terbukti memanipulasi dokumen untuk bisa membela Timnas Malaysia.

Sanksi Denda Dianggap Tidak Memberi Efek Jera

Menurut Kesit, sanksi berupa denda uang tidak akan membuat federasi lain berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran serupa. Ia menilai pelanggaran yang dilakukan FAM sangat berat, terutama karena menyangkut proses naturalisasi yang diduga tidak sesuai dengan aturan garis keturunan yang ditetapkan FIFA.

Baca juga :   Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Turun Peringkat, Disalip Malaysia

“Kalau yang saya amati, apa yang dijatuhkan FIFA belum begitu keras sanksinya. Karena hanya berupa denda yang nilainya sekitar 7,5 Miliar, kalau sebuah federasi melakukan pelanggaran yang begitu berat, apalagi terkait dengan naturalisasi pemainnya,” ujar Kesit kepada Kompas.com.

Usulkan Hukuman Larangan Bertanding

Kesit berpendapat bahwa hukuman yang lebih tepat adalah larangan berpartisipasi dalam kompetisi resmi. Menurutnya, hal ini akan memberikan efek jera yang lebih kuat dan menjaga nilai sportivitas dalam olahraga.

“Saya kira sanksinya jangan berupa denda, tapi harus lebih keras lagi, misalnya di-banned tidak boleh mengikuti kegiatan-kegiatan di bawah FIFA selama satu tahun atau tidak diperkenankan mengikuti Kualifikasi Piala Asia berikutnya,” tegasnya.

Baca juga :   Spanyol Juara Piala Dunia 2026, FIFA Siap Tambah Peserta Jadi 64 Tim di 2030?

Ia menambahkan, lebih baik kalah secara terhormat daripada meraih kemenangan dengan cara-cara yang tidak fair play.

Peringatan untuk Naturalisasi di Indonesia

Kasus ini, menurut Kesit, juga harus menjadi pelajaran penting bagi Indonesia yang saat ini sedang gencar melakukan naturalisasi pemain untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia mengingatkan agar Indonesia selalu berhati-hati dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan regulasi ketat yang telah ditetapkan oleh FIFA.

“Ini juga menjadi perhatian khusus untuk Indonesia yang demam melakukan naturalisasi pemain,” pungkas jurnalis olahraga senior tersebut.

Berita ini 54 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sport

Persis Solo vs Persib Bandung: Duel Kontras BRI Super League

Sport

Trevoh Chalobah Jadi Pilar Kunci Chelsea di Musim Ini

Sport

Inter Milan Tetap Solid Meski Rotasi, Torino Tersingkir 2-1

Olahraga

Dramatis! Persib Bandung Bangkit dari Tertinggal Dua Gol dan Rebut Puncak Klasemen Super League 2025/2026
Ambisi PSMS Medan Tembus Lima Besar, Jamu Sumsel United di Derby Sumatera Malam Ini

Sport

Ambisi PSMS Medan Tembus Lima Besar, Jamu Sumsel United di Derby Sumatera Malam Ini
Anomali Bali United di Kanjuruhan: Menang Efektif Meski Dihujani Blunder

Nasional

Anomali Bali United di Kanjuruhan: Menang Efektif Meski Dihujani Blunder

Sport

Pep Guardiola dan Tantangan Bertahan di Manchester City

Sport

Charles Watts Soroti Satu Kekurangan Bukayo Saka Jelang Duel Arsenal vs Liverpool