TENTANG BUKU JELAJAH MADRASAH
Oleh :Dedi Asikin
Koransakti.co.id- Awalnya ada beberapa pejabat Kemenag Jawa Barat, salah satunya bapak Drs H. Ahmad Bukhori MMQ (kakanwil) meminta saya menulis buku tentang kondisi dan perkembangan madrasah di Indonesia.
Maka kami bertiga,(saya,Eka Purwanto dan H.Teteng Safatari), bismilah, memulai perjalanan tour de Madrasah
Tak Boleh kami lewatkan tentu, menyampaikan rasa taqdim dan terima kasih kepada banyak orang Kepada bapak kakanwil, kepala bidang madrasah, para kepala kantor Kemenag kabupaten/kota.
Khususon kepada Bapak Yudi Yunandi kepala kantor Kemenag kota Tasikmalaya .
Berkat dukungan dan bantuan merekalah acara tour de Madrasah kami berjalan dengan lancar dan sukses ( menurut ukuran dan perasaan kami )
Para Kepala madrasah dan praktisi pendidikan menerima kami dengan baik, sangat baik. Kami merasa di perlakukan sebagai pahlawan. Seorang kepala madrasah mengaku berkat perjuangan (tulisan) Wartawan, bantuan untuk madrasah telah berjalan baik untuk pembangunan ruang kelas maupun gedung baru
Terima kasih bapak bapak ujarnya mantap.
Berikut adalah pengalaman yang sangat berkesan yang tak pernah terlupakan
Di Madrasah Aliyah Negeri satu Cimahi, kami datang pas mereka sedang merayakan puncak ulang tahun sekolah.
Dalam acara sambutan subhanallah tiba tiba pembawa acara mempersilahkan saya untuk memberikan sambutan
“Kami persilahkan bapak H. Dedi Asikin ketua pembina Pokja wartawan Kemenag untuk memberi kata sambutan.
Gusti Allah , ini malapetaka apa yang tiba tiba menghantam kepala
Inilah sambutan saya:
Bapak bapak, ibu ibu dan para santri semua, maklumlah bahwa pekerjaan wartawan itu hanya mendengar, mencatat dan menulis berita. Loh kalau sekarang di suruh pidato, mana bisa. Lagian siapa yang mendengar mencatat dan menulis berita? Ayo apa mau kita tukaran profesi ? Bapak bapak, ibu ibu jadi wartawan, saya jadi guru. Tapi jujur saya tidak sanggup jadi guru. Lagian gaji wartawan itu kebanyakan kecil loh.
Geerr….hampir semua orang di aula itu tertawa ter kekeh. Lucu ? . Manaku tahu. Saya kan bukan komedian.
Buku Jelajah Madrasah itu selesai di susun di cetak dan terbit tahun 2017.
Ada sedikit ketawa lagi dibalik itu. Sambil laporan sewaktu ketemu pak kanwil, saya sedikit berbeda canda
Pak, saya ini seperti dagang bala bala.
Emang nape ?
Iya ke pasar sendiri, di masak sendiri, lalu di suhun sendiri
Bala bala haneut.
Ketawa pula tuh dia
Tidaklah tapi itu baik untuk perpustakaan sekolah/ madrasah Dan memang buku itu di jual ke madrasah untuk sarana perpustakaan.
Alhamdulillah rezeki seadanya, sudah di pincuk dari sononya terima apa adanya jangan ada apanya.















