Home / Artikel

Sabtu, 17 Mei 2025 - 04:19 WIB

BUKU DAN MINAT BACA

koransakti - Penulis

Oleh :Dedi Asikin

Koran Sakti.co.id- Ada sebuah ungkapan Melayu yang sering diucapkan orang, berbunyi : buku itu jendela dunia.

Ungkapan itu sesungguhnya simbol bahwa semua orang harus membaca buku.

Buku itu sumber segala informasi , buku itu lumbung ilmu pengetahuan. Dengan membaca buku , orang bertambah cakrawala pengetahuannya, semakin kritis cara berfikirnya, makin luas kausa katanya serta makin tinggi pemahaman baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.

Di tengah perkembangan teknologi modern sekarang ini, ungkapan itu masih tetap relevan. Buku, baik dalam bentuk cetak maupun digital tetap menawarkan informasi dan pengetahuan yang luas. Tiap halaman yang dibaca serasa membawa kita ke ruang cakrawala yang luas, yang memungkinkan kita mengekplorasi masa lalu, masa kini bahkan membayangkan masa yang akan datang.

Tapi ingat , buku itu benda mati. Dia akan tetap diam membisu,tidak menawarkan apa apa. Kecuali bagi orang yang membukanya dan membacanya.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Kita Selalu Ngantuk Berat Setelah Makan Kenyang? (Mengenal "Food Coma")

Hari buku Nasional yang diperingati sejak tahun 2002 bersamaan dengan Hari Perpustakaan Nasional , menuntut peningkatan minat dan kebiasaan membaca (interst and habbit of reading).

Namun sayang, kata Unesco (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation). Organisasi sayap PBB yang didirikan 16 Nopember 1945 itu, tahun 2023 merilis bahwa minat baca bangsa Indonesia masih rendah. Disebut bahwa hanya 0,001% atau hanya satu dari seribu orang Indonesia yang masih senang membaca.

Lalala kumaha eta ustadz Engkos ?

Bahaya eta mah. Gimana bisa melihat ilmu dari kaca jendela.

Bagaimana mana bisa ngomong bahwa buku adalah jendela dunia, wong jendelanya gak dibuka buka.

Berikut ini adalah pengalaman saya tentang membaca itu.

Yang tepat bagi saya pribadi itu cuma kebiasaan, bukan kesenangan.

Kebiasaan membaca saya sebenarnya kerena ada perkosaan.

Yang sebenarnya saya senangi adalah menulis.

Baca juga :   PUKUL DAN RANGKUL GAYA ALLAH MENGHADAPI BANI ISRAEL 

Kesenangan menulis itu yang memperkosa kebiasaan saya membaca. Untuk bisa menulis, saya harus membaca.

Dulu yang jadi bacaan adalah produk conventional penerbit/pencetak buku. Di rumah di Bandung , dulu ada dua lemari tempat khusus menyimpan buku buku.

Kini setelah ada teknologi digital, mainan saya adalah google play atau AI (Artificial Intelijence) atau kecerdasan buatan.

Kedua mesin pencari itu ( yang katanya produk orang Yahudi) bukan main trengginasnya. Bertanya apa saja dalam hitungan detik mereka sudah memberi jawaban. Delapan puluh persen insyaallah accurat.

Saya tidak berniat berargumen bahwa buku sekarang bisa bertranformasi menjadi digital. Saya merasa dalam kaitan Hari Buku Nasional yang paling relevan adalah menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca. Boleh dari perangkat konvensional ( buku) atau dari perangkat digital.

Selamat Hari Buku Nasional.

Mari membaca untuk melihat dunia dari kaca jendela.***

Berita ini 53 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Mitos atau Fakta? Mata Kedutan Katanya Mau Dapat Rezeki Nomplok atau Menangis? Ternyata Ini Penjelasan Medisnya (Myokymia)!

Artikel

Mitos atau Fakta? Mata Kedutan Katanya Mau Dapat Rezeki Nomplok atau Menangis? Ternyata Ini Penjelasan Medisnya (Myokymia)!

Artikel

BANJIR BALEENDAH DAN LILI SUMANTRI

Artikel

ISENG ISENG LAPOR, LAPOR ISENG ISENG

Artikel

Program Sedekah Rumah Mendukung Asta Cita Pemerintah Indonesia 
Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Agama

Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Artikel

Kunyit Asam, Solusi Alami Saat Haid

Artikel

FUADZ AFFANDI TAREKAT SAYURIYAH 

Artikel

*KEBERANIAN DAN INTEGRITAS*