Koran Sakti.co.id, Jakarta– Tanggal 29 Mei tak hanya menjadi hari libur nasional karena bertepatan dengan Kenaikan Yesus Kristus, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperingati sejumlah hari besar nasional dan internasional.
Setidaknya ada lima peringatan yang jatuh pada hari ini, dua di antaranya adalah Hari Lanjut Usia Nasional dan Hari Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah Fokus pada Kesejahteraan Lansia
Hari Lanjut Usia Nasional yang diperingati setiap 29 Mei merupakan bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi para lansia dalam pembangunan bangsa. Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI terus mendorong peningkatan pelayanan sosial dan kesehatan untuk warga lanjut usia.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memuliakan dan merawat para lansia,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangannya. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung semangat untuk menjadikan lansia sebagai pilar ketahanan sosial keluarga.
Indonesia Teguhkan Peran dalam Misi Perdamaian PBB
Selain itu, dunia internasional juga memperingati Hari Penjaga Perdamaian PBB. Indonesia sebagai salah satu kontributor pasukan perdamaian terbanyak dari negara berkembang, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas global.
Tercatat, ribuan personel TNI dan Polri saat ini tergabung dalam misi-misi perdamaian PBB di berbagai negara konflik, seperti Kongo, Lebanon, dan Sudan Selatan. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap memperluas partisipasinya di bawah payung multilateral demi mewujudkan dunia yang lebih aman.
Peringatan Lain yang Jatuh pada 29 Mei
Selain dua hari besar tersebut, 29 Mei juga diperingati sebagai:
• Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia, untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga sistem pencernaan.
• Hari Keju Nasional, yang dirayakan secara internasional oleh para pecinta dan pelaku industri olahan susu.
• Hari Istirahat Dunia (World Digestive Health Day), yang mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kerja dan istirahat demi kesehatan mental dan fisik.
Momen 29 Mei tahun ini menjadi pengingat bahwa selain memperingati hari keagamaan, penting juga untuk memperhatikan isu-isu sosial, kesehatan, hingga perdamaian dunia. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjadikan hari ini sebagai refleksi bersama untuk hidup lebih harmonis dan penuh kepedulian.















