Home / Peristiwa

Senin, 28 Juli 2025 - 17:45 WIB

Sembilan Orang Ditangkap Usai Perusakan Rumah Doa Kristen di Padang

koransakti - Penulis

Kondisi Perusakan, Minggu  27 Juli (Dokumen: F Dachi)

Kondisi Perusakan, Minggu 27 Juli (Dokumen: F Dachi)

Padang, KoranSakti.co.id – Aksi perusakan rumah doa umat Kristen di Kota Padang, Sumatera Barat, berbuntut panjang. Polisi menetapkan sembilan orang sebagai tersangka setelah insiden penyerangan yang terjadi pada Minggu (28/7/2025) dini hari di kawasan Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.

Peristiwa bermula saat sekelompok orang diduga mendatangi sebuah rumah yang dijadikan tempat ibadah oleh umat Kristen. Dalam insiden itu, massa melakukan perusakan fasilitas dan kekerasan fisik. Akibatnya, dua anak yang sedang berada di lokasi ikut menjadi korban dan mengalami luka.

Baca juga :   Di Hadapan Puluhan Ribu Pelayat, Trump Sebut Charlie Kirk 'Pahlawan Amerika'

Menurut pihak kepolisian, penyerangan ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Rumah doa tersebut dirusak secara brutal oleh kelompok tak dikenal yang mendadak datang dalam jumlah banyak. Polisi yang tiba di lokasi kemudian mengamankan sembilan orang pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Motif masih didalami, tetapi kami pastikan proses hukum akan berjalan tegas dan transparan,” ujar perwakilan Polresta Padang dalam pernyataan resminya.

Perusakan ini langsung memicu kekhawatiran dari warga dan tokoh agama. Mereka mengecam keras tindakan anarkis yang menyasar tempat ibadah, dan mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat.

Baca juga :   Megabintang Cristiano Ronaldo Sampaikan Pesan Damai dan Kebahagiaan di Hari Raya Idulfitri 2026

Dinas sosial dan pemkot diminta segera turun tangan untuk memberikan pendampingan kepada korban, terutama anak-anak yang mengalami trauma fisik dan psikologis. Polisi juga diminta meningkatkan patroli serta memastikan keamanan bagi seluruh rumah ibadah, tanpa memandang agama.

Aksi intoleran seperti ini dinilai membahayakan harmoni sosial dan tidak bisa ditoleransi. Publik menanti penyelesaian kasus ini secara tuntas agar tak menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum dan kebebasan beragama di Indonesia.

Berita ini 57 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bencana

Hujan Badai Terjang Kota Solok, Puluhan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

Daerah

Ratusan Siswa di Garut Keracunan Massal Usai Santap MBG
Danrem 042/Gapu Pimpin Kenaikan Pangkat Perwira, Tegaskan Ini Bukan Sekadar Formalitas

Jambi

Danrem 042/Gapu Pimpin Kenaikan Pangkat Perwira, Tegaskan Ini Bukan Sekadar Formalitas

Kerinci

Kades Tanjung Syam Lisna Sari Resmi Menikah, Resepsi Sederhana Berlangsung Meriah dan Penuh Kehangatan

Artikel

Doa Kita untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi

Hiburan

Morrissey Batalkan Konser di AS Usai Terima Ancaman Pembunuhan di Kanada

Peristiwa

Dandim 0417/Kerinci Hadiri Apel Besar Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 di Kota Sungai Penuh

Daerah

BGN Pastikan Tiga Anak yang Alami Gejala Usai Santap MBG di Jaksel Telah Membaik